Harga TBS Sawit Kalbar Naik, Capai Rp2.731,44/Kg

Petani menunjukkan TBS sawit (ANT)

Pontianak (Suara Kalbar)- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat terus mengalami kenaikan, dengan periode III Juni 2024 mencatat harga Rp2.731,44 per kg.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, mengungkapkan bahwa harga TBS sawit tertinggi untuk umur 10-20 tahun mencapai Rp2.731,44/kg, naik Rp5,65/kg. Sementara harga TBS sawit terendah pada umur 3 tahun mencapai Rp2.038,72/kg, naik Rp4,49/kg dari periode sebelumnya. Secara rata-rata, harga TBS sawit ditetapkan sebesar Rp2.590,97/kg, naik Rp5,41/kg.

“Harga TBS sawit tertinggi untuk umur 10 – 20 tahun ditetapkan sebesar Rp2.731,44/kg naik Rp5,65/kg. Sedangkan harga TBS sawit terendah pada umur 3 tahun sebesar Rp2.038,72/kg naik sebesar Rp4,49/kg dari periode sebelumnya. Secara rata-rata harga TBS sawit ditetapkan sebesar Rp2.590,97/kg atau naik sebesar Rp5,41/kg,” ujarnya melansir dari ANTARA, Senin(24/6/2024).

Sementara untuk harga minyak sawit mentah atau CPO pada periode III Juni 2024 ditetapkan sebesar Rp12.259,96/kg atau turun sebesar Rp7,34/kg.

“Sedangkan harga inti sawit atau PK ditetapkan sebesar Rp7.386,61/kg naik sebesar Rp153,31/kg,” kata dia.

Ia mengatakan kenaikan harga komoditas perkebunan saat ini hampir terjadi pada jenis tanaman perkebunan baik sawit itu sendiri, karet, kopi, lada maupun lainnya.

“Tren naik harga komoditas perkebunan membuat petani semangat dan meningkatkan kesejahteraan. Pasar yang baik membuat harga meningkat. Kami terus mengimbau petani untuk menjaga kualitas produksi tanaman perkebunan sehingga harga stabil baik,” ajak dia.

Sementara itu, petani sawit di Kabupaten Sambas, Dedy mengatakan saat ini di tingkat petani harga mulai membaik. Hal itu tentu menjadi harapan dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani sawit di daerahnya.

“Harga sawit memang fluktuatif, harga terbaru kemarin di tingkat petani yang kami jual ke penampung Rp1.900/kg. Harapan kami agar harga terus naik. Dengan begitu petani bisa lebih sejahtera,” kata dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS