News  

Kemenhub Himbau Masyarakat Kristis Terhadap Kondisi Kendaraan Sebelum Digunakan

Arsip foto - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno (kiri), Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gapasdap Khoiri Soetomo (kanan) diwawancara awak media di Jakarta, Rabu malam (8/5/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/ANTARA.

Suara Kalbar – Berkaca pada kecelakaan bus rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hendro Sugiatno minta masyarakat berani mengritik dan menolak kendaraan jika tidak memiliki izin kelayakan jalan.

“Masyarakat harus tetap menolak, misalnya saya nggak bisa pake bus ini (karena tidak ada izin angkutan dan kelayakan kendaraan), karena bus ini tidak ada uji KIR-nya gitu, ya tolak aja, minta ganti yang baru karena kan disewa,” kata Hendro dilansir dari ANTARA, Minggu (12/5/2024).

Sebelum memilih bus untuk bepergian, masyarakat dapat terlebih dahulu mengecek kelayakan jalan transportasi yang akan digunakan di aplikasi MitraDarat demi memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan. Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat saat akan menggunakan bus pariwisata agar memeriksa uji KIR-nya.

“Ada nggak? Perizinannya bagaimana? Itu kalau nggak ada kembalikan lagi pada pemilik busnya bahwasanya bus tersebut tidak layak untuk jalan,” tegas Hendro.

Menurut Hendro, kendaraan yang dalam kondisi baik akan memberikan kenyamanan lebih selama perjalanan. Dengan melakukan uji KIR sebelumnya, pemilik kendaraan dapat memastikan bahwa kendaraan mereka siap untuk menempuh perjalanan jauh tanpa masalah teknis yang tidak terduga.

Uji KIR kendaraan dilakukan untuk memastikan bahwa semua komponen penting seperti rem, lampu, ban, dan sistem kemudi berfungsi dengan baik. Ini membantu mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan mekanis atau teknis pada kendaraan.

Dia menyampaikan baik atau tidaknya kendaraan akan terlihat dari izin operasional angkutan dan keterangan kelulusan uji berkala, yang akan muncul ketika nomor kendaraan dimasukkan pada aplikasi.

Ia berharap ke depan masyarakat lebih kristis terhadap kendaraan yang tidak layak jalan, sehingga kecelakaan seperti yang dialami bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK mengalami kecelakaan di Subang, Jawa Barat tidak terulang.

Hendro juga berkomitmen untuk meningkatkan kepatuhan dengan aturan yang berlaku untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di masa depan. Dia juga menekankan kesadaran masyarakat dalam memastikan kepatuhan terhadap peraturan, termasuk dalam pengawasan uji KIR oleh petugas di lapangan.

Sebelumnya, sebuah bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5) petang. Data sementara korban meninggal dunia berjumlah 11 orang dan empat orang mengalami luka berat harus dirawat di rumah sakit di daerah Subang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS