Guru Honorer dari Bengkayang Terima Penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi

Ketua Pj PKK Kalimantan Barat, Windy Prihastari bersama sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten/kota di Kalbar mendampingi ibu Jubaidah penerima penghargaan dari Ibu Negara pada kegiatan malam puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 yang berlangsung di Taman Balekambang, Solo. (ANTARA)

Bengkayang (Suara Kalbar)- Jubaidah, seorang guru honorer dari Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, menerima penghargaan sebagai Perempuan Berjasa dan Berprestasi dalam Kategori Pendidikan Tahun 2024. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada acara puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 di Taman Balekambang, Solo.

Ketua Pj PKK Kalimantan Barat, Windy Prihastari, mengungkapkan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima Jubaidah. Menurut Windy, Jubaidah sangat layak menerima penghargaan ini karena dedikasinya yang luar biasa di bidang pendidikan.

“Pada malam puncak peringatan tersebut Jubaida menerima Penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi dalam Kategori Pendidikan Tahun 2024,” katanya melansir dari ANTARA, Minggu(19/5/2024).

Windy mengungkapkan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima Jubaida, karena yang bersangkutan dinilai sangat layak menerima penghargaan itu atas dedikasinya di bidang pendidikan.

Dia menjelaskan, TP-PKK Kalbar bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalbar telah melakukan proses kurasi terhadap 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat untuk memilih penerima penghargaan.

“Kami telah mengidentifikasi dan memilih ibu Jubaida dari Kabupaten Bengkayang sebagai penerima penghargaan ini,” tuturnya.

Jubaida dikenal sebagai salah satu perempuan yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan, baik dalam konteks formal maupun nonformal. Sejak tahun 2005, meski hanya bermodalkan ijazah SMA, ia telah menjadi guru honorer di Dusun Segiring, Kabupaten Bengkayang, dan terus mengabdi hingga sekarang.

“Dedikasinya dalam mendidik anak-anak di desanya menjadi alasan kuat baginya untuk menerima penghargaan tersebut. Ibu Jubaida telah membuktikan kepeduliannya terhadap pendidikan di tempat kelahirannya dengan menjadi guru honorer sejak tahun 2005, meskipun hanya bermodalkan ijazah SMA, semangat dan dedikasinya sangat luar biasa,” tambah Windy.

Acara puncak peringatan HKG PKK ke-52 ini tidak hanya menjadi momen perayaan tetapi juga memberikan apresiasi kepada mereka yang telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.

Pemberian penghargaan kepada Jubaida menjadi simbol pengakuan atas upayanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS