CEK FAKTA: Ma’ruf Amin Minta Rakyat Sisihkan Harta untuk Bantu Pemerintah

Tangkapan layar judul artikel yang memuat pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin soal kas negara.SUARAKALBAR.CO.ID/Cek Fakta

Suara Kalbar– Beredar tangkapan layar judul artikel yang memuat pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin soal kas negara. Ma’ruf meminta masyarakat menyisihkan harta untuk membantu pemerintah karena kas negara menipis.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks. Tangkapan layar judul berita berisi pernyataan Ma’ruf yang meminta rakyat menyisihkan harta karena kas negara menipis ditemukan di akun Facebook ini, ini, dan ini.

Tangkapan layar serupa lebih dulu beredar di TikTok, salah satunya diunggah oleh akun ini, pada 6 September 2022.

Berikut judul yang tertera pada tangkapan layar: Ma’ruf amin: kas negara menipis Ma’ruf Amin minta rakyat sisihkan harta bantu pemerintah.

Akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Sabtu (9/3/2024), berisi tangkapan layar berita Ma’ruf Amin minta rakyat sisihkan harta untuk bantu pemerintah.

HASIL CEK FAKTA

Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke artikel berita di Liputan6.com.

Pada tangkapan layar tertera nama penulis Delvira Hutabarat dan keterangan waktu penayangan berita, yakni pada 31 Agustus 2022, pukul 20.09 WIB.

Dari penelusuran tersebut ditemukan berita asli berjudul “Ma’ruf Amin: Kekerasan di Ponpes Mencoreng Dunia Pesantren”.

Dikutip dari Liputan6, Ma’ruf meminta lingkungan pesantren untuk menjaga nilai-nilai Islam moderat (wasathiyyah) yang mengedepankan kesantunan dan cara-cara yang baik.

Ia mengatakan, peristiwa kekerasan di salah satu pesantren di Tangerang tidak selaras dengan nilai Islam wasathiyyah dan ia meminta agar tidak terulang kembali di dunia pendidikan Islam.

Pernyataan itu Ma’ruf sampaikan dalam ceramah umum, pada Rabu (31/08/2022). Namun, tidak terdapat keterangan mengenai lokasi ceramah.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.id, Ma’ruf memberikan ceramah umum di Auditorium Gedung Pusdiklat Al Muhajirien, Bekasi, Jawa Barat.

Ceramah disampaikan kepada sivitas akademika dan guru Al Azhar seluruh Indonesia dalam rangka Milad Ke-37 Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai.

Pada kesempatan tersebut, Wapres meminta agar jangan sampai terjadi kekerasan di sekolah-sekolah Islam, seperti Al Azhar.

”Sebab, kita ingin menjadikan generasi yang toleran. Kalau masih kecil sudah diajarkan kekerasan, ini akan bisa membawa sikap yang tidak baik,” kata dia.

KESIMPULAN

Tangkapan layar judul berita yang memuat permintaan Ma’ruf agar masyarakat menyisihkan harta untuk membantu pemerintah adalah hoaks.

Tangkapan layar bersumber dari artikel berita Liputan6.com yang judulnya diedit.

Artikel aslinya memberitakan ceramah umum Wapres Ma’ruf Amin yang menyoroti kasus kekerasan di pesantren.

 

Rujukan

https://www.facebook.com/photo/?fbid=281780451605258&set=gm.991118796048824&idorvanity=416996426794400

https://www.facebook.com/photo/?fbid=1649621735574631&set=a.102761993593954

https://www.facebook.com/photo/?fbid=396808713081989&set=a.110460091716854

https://www.tiktok.com/@lokajaya1989/video/7140151034730581275

https://lens.google.com/search?ep=gisbubb&hl=en&re=df&p=AbrfA8qm1qK6dqhUAIrcJlg_jt_F72aBDfKJYMOwUrBlscBvC4Z8D5J2UJgcrxI6Nh-zvb9PI78BHVAGWk8QVpuuFJeVEs-pm26HJV0kimJ03asDsJl8jrkUtl85pMjzZPdQjDkcPreY7tiHzVI899Ke23eifq85VF7szaZnJWu3Dc00M10jheDvsRRBOlRojY4YFAbYC8oO7hwHxAfiS-G6wU7Myahecq-gOdQ8rpVYmC6w5Xr61AJDsz5ZT-grdHJKP5PIsKLEUgWxk52_#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKRGN4WkdObU5URTNMVFUyWTJFdE5HUXdPQzFoWWpNeUxUVmhZelpoWm1JM01XWmpNQklmZDNwS2RsbGhjVVI2V2tGa09FZHRjM3A0VFdaRGJITllla3BCUWpWQ1p3PT0iLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsbnVsbCxbbnVsbCxudWxsLFswLDUwMTI5LDQ5ODcxLDEwMDAwMF1dLFtudWxsLG51bGwsW251bGwsWzAsNDg4OTMsNTExMDcsOTg4NzRdXV1d

https://www.liputan6.com/news/read/5057294/maruf-amin-kekerasan-di-ponpes-mencoreng-dunia-pesantren?page=2

https://www.kompas.id/baca/polhuk/2022/08/31/wapres-amin-minta-jangan-sampai-terjadi-kekerasan-di-sekolah-islam

https://cekfakta.com/focus/16696

https://t.me/kompascomupdate

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS