Dialog Progresif, Karolin: Generasi Muda Harus Melek Politik
Landak (Suara Kalbar)- Politikus partai PDI-Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa beri kuliah umum tentang politik bagi generasi muda di Kabupaten Landak, Kalbar.
Kuliah umum itu diberikan Karolin selaku narasumber pada Dialog Progresif dengan tema Anak Muda Bicara “Menjadi Politikus itu pilihan, melek politik itu keharusan” yang diinisiasi oleh Progresif Wilayah Kalimantan Barat, di Weng Coffee Ngabang, Kabupaten Landak, Kalbar, Sabtu (27/01/2024).
Dialog Progresif tersebut diikuti oleh para generasi muda di Kecamatan Ngabang dengan menghadirkan dua narasumber yakni Karolin Margret Natasa yang juga Bupati Landak periode 2017-2022 dan Pitalis Mawardi seorang Akademisi.
Karolin mengatakan bahwa saat ini anak muda memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan masa depan NKRI yang mana dari 204,8 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 55% adalah anak-anak muda.
Dikatakan Karolin, sebagai generasi muda harus terbiasa memahami politik, berfikir kritis sehingga bisa menentukan pilihan dan arah politiknya sendiri.
“Dengan kita melek politik, mengetahui dunia politik, bagaimana cara kerja politik serta memahami hakekat demokrasi dengan baik maka anak-anak muda tidak akan mudah ditipu dan dibohongi oleh lingkungan dan sistem,” ucap Karolin.
Karolin mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan tersebut karena melalui kegiatan itu generasi muda dapat belajar serta menambah wawasan terhadap dunia politik.
Sementara itu, Pitalis Mawardi mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang mengharuskan anak muda untuk melek terhadap politik, yang pertama anak-anak bagian dari keberlanjutan politik dari generasi saat ini dan kedua dengan makin banyaknya generasi muda masuk ke dunia politik maka akan menciptakan peradaban baru di dunia perpolitikan Indonesia.
“Saat ini kite telah mengetahui perpolitikan di Indonesia yang mana saat ini sudah menuju pasar sistem oligarki, kalau anak muda banyak yang masuk ke dunia politik atau melek politik maka akan memutus mata rantai tersebut,” ujarnya.
Menurut Pitalis, usia muda merupakan usia produktif serta memiliki kemampuan untuk berkiprah di dunia politik dengan gagasannya yang lebih berkembang dan modern, untuk itu anak muda harus melek politik, harus tahu politik dan tidak boleh apatis.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





