SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Versi Hybrid dengan Jarak Tempuh Listrik 100 Km

Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Versi Hybrid dengan Jarak Tempuh Listrik 100 Km

Jetour luncurkan SUV T1 di Indonesia. Hadir dalam versi bensin seharga Rp408 juta dan hybrid i-DM Rp 558 juta, model ini tawarkan fleksibilitas dan efisiensi. (Jetour Indonesia/DOK)

Suara Kalbar – Jetour resmi memperkenalkan SUV terbarunya, Jetour T1, untuk pasar Indonesia. Model bergaya urban adventure ini hadir dalam dua pilihan teknologi penggerak, yakni mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) dan sistem hybrid pintar Intelligent Dual Mode (i-DM).

Kehadiran Jetour T1 menjadi bagian dari upaya pabrikan asal China tersebut untuk menjawab kebutuhan konsumen yang mulai tertarik pada kendaraan elektrifikasi, namun tetap mengutamakan fleksibilitas penggunaan untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

President Director PT Jetour Sales Indonesia, Caroline Ling, mengatakan Jetour terus mengembangkan strategi Travel+ melalui pemanfaatan teknologi energi baru serta inovasi global yang didukung ekosistem layanan terintegrasi.

“Kami bangga menghadirkan Jetour T1 sebagai Urban Adventure SUV yang memadukan desain tangguh, teknologi hybrid cerdas, kenyamanan premium, performa andal, dan kepraktisan untuk mendukung berbagai gaya hidup serta perjalanan konsumen Indonesia,” ujar Caroline.

Menurut Jetour, tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif. Namun, masih banyak konsumen yang menginginkan kendaraan hemat energi tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan kepraktisan.

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menilai kebutuhan tersebut menjadi dasar hadirnya Jetour T1 di pasar nasional.

“Kami melihat konsumen tertarik pada teknologi elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang nyaman dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Karena itu, Jetour T1 hadir dengan sistem yang mampu menghadirkan efisiensi sekaligus performa dalam satu pengalaman berkendara,” katanya.

Salah satu keunggulan utama Jetour T1 terdapat pada teknologi hybrid i-DM. Sistem ini mengombinasikan mesin bensin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta baterai lithium ferro phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh.

Mesin bensin tersebut menghasilkan tenaga 136 PS dengan torsi 220 Nm. Sementara motor listriknya mampu menyemburkan tenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Jetour mengklaim efisiensi termal mesin hybrid ini mencapai 44,5 persen.

Baterai yang digunakan juga telah mendukung pengisian cepat DC fast charging. Pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen diklaim dapat dilakukan dalam waktu sekitar 27 menit. Selain itu, baterai telah mengantongi sertifikasi IP68 yang menandakan ketahanannya terhadap debu dan air.

Melalui kombinasi sistem tersebut, Jetour T1 i-DM mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle (WLTC).

Sistem hybrid i-DM juga dapat menyesuaikan pola kerja mesin bensin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi berkendara. Saat digunakan di dalam kota, pengemudi dapat memanfaatkan mode Pure EV yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Adapun ketika membutuhkan akselerasi lebih besar, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja secara bersamaan melalui mode Parallel Drive. Pada kecepatan tinggi, sistem akan mengoptimalkan kinerja mesin bensin untuk menjaga efisiensi konsumsi energi.

Dari sisi dimensi, Jetour T1 memiliki panjang 4.705 milimeter dengan jarak sumbu roda 2.800 milimeter. Ukuran tersebut diklaim menghadirkan ruang kabin yang lapang dengan kapasitas bagasi mencapai 1.455 liter.

Kenyamanan penumpang turut didukung 79 titik peredam suara, penggunaan kaca akustik ganda, serta tingkat kebisingan di bawah 40 desibel saat kendaraan dalam kondisi diam.

Sejumlah fitur penunjang kenyamanan lainnya juga disematkan, seperti Dual Zone AC, 24 Hour Parking AC, Nap Mode, ventilasi otomatis kabin, hingga leg rest untuk penumpang depan.

Jetour T1 i-DM juga dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik bagi perangkat elektronik eksternal ketika beraktivitas di luar ruangan.

Untuk aspek keselamatan, SUV ini menggunakan struktur bodi yang diklaim terdiri atas 80 persen material baja berkekuatan tinggi. Mobil ini juga dibekali 13 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan telah meraih rating lima bintang dalam pengujian ASEAN NCAP.

Selain varian hybrid, Jetour turut menawarkan T1 dengan mesin bensin konvensional bagi konsumen yang belum beralih ke kendaraan elektrifikasi.

Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan lebih banyak pilihan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Kami percaya setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda. Melalui Jetour T1, kami ingin memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk memilih teknologi yang paling sesuai dengan gaya hidup mereka,” ujarnya.

Untuk pasar Indonesia, Jetour T1 bermesin bensin dipasarkan dengan harga Rp 408 juta on the road Jakarta. Sementara varian Jetour T1 i-DM dibanderol Rp 558 juta on the road Jakarta.

Khusus bagi 500 konsumen pertama, Jetour memberikan harga perkenalan masing-masing sebesar Rp 388 juta untuk T1 ICE dan Rp 538 juta untuk T1 i-DM.

Peluncuran Jetour T1 sekaligus menandai langkah baru Jetour dalam memperluas pasar SUV elektrifikasi di Indonesia dengan menawarkan perpaduan desain, kenyamanan, teknologi hybrid modern, serta kemampuan berkendara listrik untuk penggunaan sehari-hari.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play