Sejumlah Investor Asal Melawi Bangun Dapur SPPG 3T, Kini Menunggu Kejelasan Operasional dan Pembayaran
Melawi (Suara Kalbar) – Sejumlah investor asal Kabupaten Melawi yang terlibat dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dikabarkan masih menunggu kejelasan terkait operasional maupun penyelesaian pembayaran atas fasilitas yang telah mereka bangun.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media, terdapat beberapa investor asal Melawi yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan dapur SPPG 3T. Di antaranya Hery, Fery Chin, dan sejumlah investor lainnya yang telah menginvestasikan dana pribadi untuk mendukung program pemerintah tersebut.
Salah satu dokumen yang diperoleh media menunjukkan bahwa investor atas nama Hery telah menerima Surat Keterangan Investor SPPG Daerah Terpencil setelah dinyatakan memenuhi persyaratan dalam proses pendaftaran dan verifikasi sebagai pelaksana pembangunan dapur SPPG di wilayah terpencil. Dalam surat tersebut tercantum lokasi pembangunan di Desa Bina Jaya, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi.
Namun berdasarkan informasi yang dihimpun media, keterlibatan Hery tidak hanya pada pembangunan dapur SPPG di Desa Bina Jaya. Ia juga disebut telah membangun dapur SPPG di Desa Lintah Taum, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, serta di Desa Laja, Kecamatan Tanah Pinoh Barat.
Seluruh bangunan dapur SPPG yang dikerjakan tersebut dikabarkan telah selesai dibangun dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah masing-masing.
“Iya , memang benar saya salah satu investor SPPG daerah terpencil dari kabupaten Melawi dan memang hingga saat ini belum terbayarkan, “beber Hery, ketika dikonfirmasi Suarakalbar.co.id, Senin (15/6/2026).
Meski demikian, hingga saat ini para investor masih menunggu kepastian terkait operasional dapur maupun mekanisme penyelesaian pembayaran atas pembangunan yang telah dilakukan.
“Saya membangun tiga dapur SPPG daerah terpencil di Melawi, yakni di desa Laja dengan kondisi pekerjaan sudah 100 persen, di desa lintah Taum kecamatan Tanah Pinoh Barat, kondisi pekerjaan 95 persen dan di desa Bina Jaya, kecamatan Pinoh Selatan sudah 70 persen, “bebernya.
Ia menyebutkan bahwa para investor membangun fasilitas tersebut dengan harapan dapat mendukung percepatan pelaksanaan program pemerintah di daerah-daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses.
Selain menyiapkan bangunan fisik, investor juga telah melengkapi sejumlah fasilitas pendukung yang diperlukan agar dapur dapat segera beroperasi.
Kondisi ini sejalan dengan keluhan sejumlah investor SPPG dari berbagai daerah 3T di Indonesia yang beberapa waktu lalu mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. Mereka meminta kejelasan mengenai status dapur yang telah dibangun menggunakan dana pribadi namun hingga kini belum beroperasi secara maksimal.
“Harapan kami, persoalan ini bisa segera menemukan titik terang dan bisa terbayarkan, karena kami menggunakan uang pribadi, “harap nya.
Keberadaan investor lokal yang terlibat dalam pembangunan dapur SPPG di Kabupaten Melawi menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Para investor berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian terkait operasional dan penyelesaian administrasi sehingga fasilitas yang telah selesai dibangun dapat segera dimanfaatkan untuk melayani masyarakat.
“Untuk dapur sppg saya yang di kecamatan Tanah Pinoh Barat di desa Laja sudah appresial oleh Koordinator wilayah Kabupaten Melawi, “ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan terbaru operasional dapur SPPG yang telah dibangun para investor di Kabupaten Melawi.
Namun para investor berharap langkah konkret segera dilakukan agar bangunan yang telah selesai dikerjakan dapat berfungsi sesuai tujuan awal, yakni mendukung pemenuhan gizi masyarakat di wilayah 3T.
Penulis : Dea Kusumah Wardhana






