Pemda Sanggau Gelar Apel Pencegahan Dan Penanggulangan DBD

Yohanes Ontot saat melihat kesiapan alat dalam rangka pelaksanaan Fogging dan bersih-bersih lingkungan

Sanggau (Suara Kalbar) –Pemerintah Kabupaten Sanggau mengelar Apel Pencegahan Dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Di Kabupaten Sanggau Tahun 2023 yang dilanjutkan dengan kerja bakti bersama dan pelaksanaan Fogging, Jumat (16/11/2023).

Apel yang dipimpin langsung Plt. Bupati Sanggau Yohanes Ontot diikuti seluruh organisasi perangkat daerah Kabuaten Sanggau, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan lainnya

Plt. Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan kegiatan in atas latar belakang dan kondisi terkini dengan terjadi perubahan iklim secara ekstrem, tiba-tiba hujan lebat disertai angin kencang, lalu di hari lainnya panas menyengat, perubahan cuaca ini terjadi akibat fenomena La Nina dan El Nino.

“Menghadapi pergantian musim, banyak orang cenderung mudah terserang penyakit. salah satu penyakit yang sering dijumpai adalah DBD. banyaknya genangan air di musim hujan serta penampungan air menjadi tempat nyaman bagi nyamuk aedes-aegypti berkembang biak,”kata Ontot.

Kasus Demam Berdarah tidak hanya muncul ketika musim penghujan saja ungkap Plt.Bupati Sanggau, faktanya, suhu panas yang dibawa oleh El Nino bisa membuat nyamuk semakin ganas. saat musim panas merupakan musim bertelur pada nyamuk mencapai titik puncaknya. suhu yang hangat membuat siklus hidup nyamuk menjadi lebih cepat.

“Akibatnya, akan ada banyak telur yang menetas, sehingga diprediksi kasus DBD dapat meningkat pesat. Data kasus DBD di Kabupaten Sanggau tahun 2023 yang dirilis dinas kesehatan berdasarkan laporan rumah sakit/ fasyankes, laboratorium, dan penyelidikan epidemiologi suveilans, sampai dengan tanggal 16 november 2023 ditemukan sebanyak 244 kasus/ kejadian, dimana 235 pasien sembuh dan 9 orang meninggal dunia,”ungkap Yohanes Ontot.

Dikatakan Ontot dinas kesehatan sudah melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kegiatan fogging di beberapa kecamatan yang ada di kabupaten sanggau. Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui BPBD telah melakukan Fogging di beberapa Kelurahan dan Sekolah.

“Saat ini Pemkab Sanggau, melalui dinas lingkungan hidup menggalakkan aksi kerja bakti bersama dengan seluruh perangkat daerah dan BUMD, BUMN, dan Universitas serta pihak sekolah di Kabupaten Sanggau,”katanya.

Pada kesempatan tersebut Plt. Bupati Sanggau memberikan himbauan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan tempat tinggal/ pemukiman/ perumahan dengan peningkatan upaya perlibatan dan penggerakan seluruh elemen masyarakat dalam PSN melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk (3M plus), dan kegiatan kerja bakti/ jum’at bersih mulai dari lingkungan rt, rw, dusun, maupun desa sebagai kesadaran kolektif dalam pencegahan DBD.

Adapun cara meningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian DBD, diantaranya melalui kegiatan pemantauan jentik berkala (PJB) dan mengaktifkan juru pemantau jentik (jumantik), mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional penanggulangan DBD (Pokjanal DBD) pada berbagai tingkatan rt/rw, desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten, menggalakkan sosialisasi KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) pencegahan dan penanggulangan DBD kepada masyarakat secara masif dan terpadu dengan keterlibatan lintas sektor/ multi pihak.

Serta pencegahan dan penanganan DBD merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah, badan usaha, sektor swasta, dan seluruh eleman masyarakat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS