Penerimaan Bea Cukai Kalbar hingga Juni 2023 Capai Rp277,049 Miliar

Kepala DJBC Kalbagbar Imik Eko Putro. ANT

Pontianak (Suara Kalbar) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalbar Bagian Barat (Kalbagbar) mencatat kinerja penerimaan bea dan cukai untuk wilayah itu dalam kurun Januari hingga Juni 2023 mencapai Rp277,049 miliar.

“Penerimaan yang ada tersebut realisasinya sebesar 44,16 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp627,423 miliar,” ujar Kepala DJBC Kalbagbar Imik Eko Putro di Pontianak, Rabu (12/7/2023) melansir dari ANTARA.

Ia menjelaskan dari penerimaan yang ada terdiri dari bea masuk dengan realisasi sebesar Rp21,344 miliar. Kemudian bea keluar dengan realisasi sebesar Rp215,922 miliar.

“Selanjutnya penerimaan cukai sebesar Rp39,782 miliar. Penerimaan cukai itu sendiri dari rokok. Untuk bea keluar dari komoditas unggulan Kalbar berupa CPO,” ucap dia.

Menurutnya, penerimaan bea cukai Januari hingga Juni 2023 dibanding tahun sebelumnya di periode yang sama mengalami penurunan. Hal itu terjadi karena kebijakan pelarangan ekspor biji bauksit yang diberlakukan Juni 2023. Sehingga penerimaan sektor bea keluar turun.

“Penerimaan bea cukai Januari – Juni 2022 lalu itu 1,574 triliun. Penerimaan menurun karena pelarangan bauksit. Namun untuk jangka pendek berdampak namun untuk jangka panjang pelarangan yang ada mendorong hilirisasi di Kalbar. Nah, kalau di olah bauksit di Kalbar menjadi produk turunan lainnya akan mendapat nilai tambah berkali lipat,” papar dia.

Terkait nilai devisa ekspor di Kalbar pihaknya mencatat selama Januari – Juni 2023 yakni sebesar Rp14,68 triliun.

“Nilai devisa yang ada saat ini lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama yang sebesar Rp16,308 triliun,” papar dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS