Cita Rasa Tradisional Lemang Bambu, Kue yang Menggugah Selera dalam Merayakan Hari Raya Paskah dan Gawai Padi di Sekadau

Proses Pembuatan Lemabng Bambu di Sekadau.[Suarakalbar.co.id/Dewi]

Sekadau (Suara Kalbar) – Lemang bambu menjadi salah satu kue yang sangat dinantikan saat menyambut Hari Raya Paskah di daerah Sekadau. Kue tradisional ini memiliki rasa netral yang dapat dinikmati bersama keluarga dalam acara tertentu. Proses pembuatannya sederhana, dengan campuran beras ketan dan santan yang dimasak melalui proses pengasapan dalam batang bambu.

“Lemang bisa dibilang sebagai salah satu makanan khas Indonesia, karena setiap wilayah mengklaim lemang berasal dari daerah kami masing-masing,” kata Acong, salah satu warga di Sekadau.

Proses pembuatan lemang tidaklah mudah, membutuhkan persiapan bahan seperti daun pisang muda, ruas bambu dengan kulit batang tipis, dan kayu bakar yang cukup banyak. Proses pemanggangan juga memakan waktu yang cukup lama, sekitar 3-4 jam, karena lemang dimasak hanya dengan asap.

“Kami membuat lemang bambu ini hanya untuk tradisi menyambut Hari Raya Paskah dan Gawai Padi, karena sudah menjadi tradisi dari nenek moyang sejak dahulu kala. Setiap kali merayakan Gawai Padi, lemang bambu harus ada,” ungkap Acong.

Acong juga menjelaskan bahwa pembuatan lemang bambu hanya dilakukan pada saat tradisi menyambut Hari Raya Paskah dan Gawai Padi, sesuai dengan warisan nenek moyang sejak dulu. Oleh karena itu, pesta Gawai Padi di setiap desa dan dusun memiliki jadwal yang berbeda-beda, tidak seperti Hari Raya Natal dan Paskah.

Dalam menikmati lemang bambu, kita bisa menyesuaikan rasa manis atau asin sesuai dengan selera masing-masing. Beberapa orang menambahkan air garam ke dalam santan perasan untuk memberikan rasa gurih yang lebih khas. Lemang bambu benar-benar menjadi hidangan yang tak tergantikan dalam merayakan Hari Raya Paskah dan Gawai Padi di daerah Sekadau, menghadirkan cita rasa tradisional yang menggugah selera.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS