Opini  

Pendidikan Puasa dan Manfaat Kesehatan Badan

Firmansyah, Dosen PAI STAI Mempawah. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Dok pribadi

Oleh: Firmansyah*

 

IBADAH puasa ramadhan merupakan syareat nabi Muhammad untuk umatnya yang menjadi kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap muslim berakal dan baligh.

Puasa bukan hanya sekedar melaksanakan ibadah wajib setiap orang Islam sebagai bentuk ketundukan atau bentuk sarana hamba untuk mendekatkan diri kepada Rabb sang pencipta.

Namun, puasa memiliki hikmah dan manfaat besar bagi setiap muslim yang mengerjakannya sesuai dengan ketentuan syariat yang berlaku.

Diantara hikmah dan manfaat puasa yang akan dirasakan oleh orang yang berpuasa adalah memberikan dampak kesehatan badan.

Sebab dengan berpuasa orang akan dapat mengontrol makanannya dan dapat mengistirahatkan perutnya dari makanan dan minuman lebih lama daripada hari dimana seseorang tidak berpuasa.

Bahkan sebagian orang menjadikan puasa selain sebagai sarana ibadah untuk mendekatkan kepada Allah SWT, puasa juga menjadi tujuan lain yaitu sebagai program diet untuk mengontrol bertambahnya berat badan.

Walhasil Allah SWT menuntut manusia untuk memperhatikan kesehatan tubuhnya dengan cara tidak berlebihan dalam konsumsi makanan dan minuman. Sebagai mana Firman Allah:

وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (Surat Al-A’raf: 31)

Dalam ayat ini Allah mengajak kita untuk menikmati makanan-makanan yang baik tanpa harus boros akan tetapi dengan cara yang seimbang.

Ayat ini juga memberikan suatu qoidah yaitu” jika ingin badan sehat jangan berlebihan dalam makanan” porsi makanan yang berlebihan maka akan membahayakan lambung(perut besar) sehingga lambung membawa beban yang berat yang tidak mampu menampungnya.

Karena keinginan yang besar (berlebihan) akan menyerang tubuh dan menjadi sebab munculnya berbagai penyakit. Di sisi lain berlebihan dalam makan dan minum juga menyebabkan aktivitas berfikir akan menjadi lumpuh.

Rasullullah menegaskan bahwa ekonomis dalam konsumsi sekiranya makanan itu mencukupi kebutuhan perut merupakan bagian kesehatan badan dan iman.

Sebagaimana hadis nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

” طعام الإثنين كافي الثلاثة وطعام الثلاثة كافي الأربعة”

Makanan dua orang cukup untuk tiga orang makanan tiga orang cukup untuk empat orang.

Maka telampau kenyang akan dapat menghilangkan kecerdasan dan menyebabkan berkumpulnya penyakit.

” البطنة تذهب الفطنة وتورث امراض ”

Dalam hadis Rasulullah bersabda:

“ماملأ آدمي وعاءا شرامن من بطن حسب آدمي لقيمات يقمن الله فان غابت آدمي نفسه فثلث للطعام وثلث الشراب وثلث للشرب”

Tidak ada tempat yang lebih jelek dari pada perut manusia yang diisi penuh dengan makanan, seharusnya perut seseorang cukup diisi dengan beberapa suap makanan yang akan menegakkan tulang rusuk, jika seseorang berkeinginan maka sepertiga untuk makanan sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas.

Oleh karena itu berlebihan makan akan menyebabkan depresi hati, ketumpulan berfikir dan menyebabkan cepat mengantuk. Lukman Al Hakim mengatakan :

” إذا إمتلات المعدة نامت الفكرة وخرست الحكمة وقعدت الأعضاء من العبادة

Jika perut penuh dengan makanan fikiran menjadi buntu, sunyi dari hikmah dan anggota tubuh menjadi lemah untuk beribadah.

*Penulis adalah Dosen PAI STAI Mempawah

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS