Cegah Balap Liar, Pemkot Singkawang Libatkan Pihak Sekolah dan Bentuk Tim Terpadu

Pemerintah Kota Singkawang menggelar Rapat Koordinasi Rencana Aksi Percepatan Penanganan Balap Liar di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Senin (27/3/2023).

Singkawang (Suara Kalbar)– Pemerintah Kota Singkawang menggelar Rapat Koordinasi Rencana Aksi Percepatan Penanganan Balap Liar di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Senin (27/3/2023). Rapat yang dipimpin langsung Pj Wali Kota Singkawang dihadiri jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait.

“Terus terang Saya begitu tahu video ini tersebar saya sangat sedih dan menyayangkan sekali. Ini sudah kelewat gaduh. Sehingga ini sudah menjadi atensi yang sangat serius dari kita semua.” Kata Pj Wali Kota Sumastro, dalam keterangan tertulis diterima Suarakalbar.co.id, Selasa (28/3/2023).

Sumastro mengatakan Pemerintah Kota Singkawang sangat serius dan memberi atensi tinggi dalam upaya pencegahan fenomena praktik balap liar yang sedang marak terjadi di Kota Singkawang ini.

Pemkot Singkawang beserta jajaran forkompimda dan stakeholder terkait akan berupaya melakukan beberapa langkah dan pembagian peran dari masing-masing pemangku kepentingan termasuk dengan melibatkan unsur pendidikan berupa pendekatan yang bersifat edukatif yang terukur mengingat para pelaku aksi balap liar disinyalir banyak yang masih berstatus pelajar.

“Yang jelas Kita Serius dan melibatkan semua pihak termasuk unsur sekolah. Mulai dari pendekatan yang bersifat edukatif, preventif, komprehensif, represif yang terukur dilapangan, antisipasi dan pengamanan bekerja sama dengan jajaran Polres Singkawang agar tidak melebur sampai kepada tindak kekerasan serta penjaringan pelaku balap liar secara akurat by name by adress.” ucapnya.

Adapun pada rapat tersebut, Sumastro menyampaikan hasil kesimpulan dan kesepakatan terkait penanganan balap liar antara lain, penerbitan regulasi larangan penjualan Knalpot Racing, penerbitan surat edaran larangan Siswa SMP membawa motor ke sekolah, perintah pembuatan surat pernyataan dari pihak sekolah bersama orangtua/wali bagi siswa SMA/SMK yang membawa motor agar tidak digunakan untuk hal-hal diluar kepentingan sekolah, dan pembentukan Tim Terpadu di lapangan untuk pencegahan praktik balap liar kembali serta pengadaan sosialisasi dan pembinaan khusus kepada pelaku balap liar beserta orangtua dari hasil penjaringan di lapangan.

“Dari rapat ini untuk Tindakan segera dalam jangka pendek kita sudah koordinasi untuk pembentukan Tim Terpadu yang akan turun ke lapangan. Sedangkan untuk tindakan jangka menengah/panjangnya kita akan coba ajak IMI untuk mengadakan event balap motor dalam rangka penyaluran bakat para pelaku balap liar tersebut.” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia berharap semoga dari hasil rapat ini betul-betul dapat diimplementasikan agar aksi balap liar tersebut dapat dicegah dengan baik.

“Semoga ke depan ini tidak terulang kembali, apalagi terlebih ini di bulan ramadan, bulan orang untuk khusyuk beribadah kenapa diwarnai dengan aksi kegaduhan seperti ini. Kan gak enak dilihat sebagai Kota Toleransi apalagi sampai ke arah kekerasan.” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS