Kalbar  

Musda MUI Kalbar IX, Ulama Diajak Tetap Berpegang Teguh Alquran dan Hadist dalam Organisasi Keumatan

Gubernur Kalbar periode 2018-2023, Sutarmidji.[DOK-SUARAKALBAR.CO.ID]

Mempawah (Suara Kalbar) – Gubernur Kalbar H. Sutarmidji mengajak para ulama untuk tetap berpegang teguh pada Alquran an dan Hadist dalam menjalankan organisasi keumatan.

Hal itu ditegaskan saat menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat ke IX Tahun 2023, di Aula Rumah Adat Melayu Kabupaten Mempawah, Sabtu (11/2/2023).

Dirinya menilai kedepan akan sangat banyak tantangan dalam menjalankan roda organisasi ini. Tak hanya itu, pria kelahiran Pontianak ini berharap organisasi ini mampu menjadi penyejuk di tengah – tengah masyarakat kalimantan barat yang multi etnis.

“Saya berharap para ulama yang tergabung dalam MUI maupun tidak, harus betul-betul memperhatikan perkembangan dan tantangan umat. Karena jika salah melangkah dampaknya akan sangat besar. Sebagai pemimpin, saya kita harus berlaku adil kepada seluruh masyarakat sekalipun berbeda suku, etnis dan agama,” tuturnya.

Selaku tuan rumah penyelenggaraan Musda IX MUI Kalbar , Bupati Mempawah Hj. Erlina sangat bersyukur atas penyelenggaraan Musda IX MUI Kalbar yang dilaksanakan di Kabupaten Mempawah. Tentu Pemerintah Kabupaten Mempawah sangat berbangga dengan kehadiran para ulama-ulama khususnya Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Mempawah kami ucapkan selamat datang dan bersyukur dengan dilaksanakannya Musda ke IX MUI se Kalimantan Barat. Dengan agenda yang sangat baik ini diharapkan kabupaten Mempawah dapat menjadi daerah yang Baldatun Toyyibatun Gofur,” harapnya.

Sementara itu dalam laporannya Ketua MUI Kalbar H. Basri Har menyampaikan bahwa Musda Dewan Pimpinan ke IX MUI Kalbar merupakan kegiatan strategis karena menyangkut hal-hal kemaslahatan umat yang harus diselesaikan. Salah satunya yaitu mengevaluasi atas apa yang telah kita lakukan selama masa khidmat MUI Kalbar dari tahun 2018-203 terkait memberikan pelayanan kepada umat.

“Mudah-mudahan dalam Musda ini dapat melanjutkan program-program yang belum dapat dilaksanakan bisa kita lanjutkan pada masa-masa khidmat yang akan datang,” ujarnya.

Disamping itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa kita wajib bersyukur dengan kehadiran organisasi-organisasi yang ada di Indonesia. Sebelum berdirinya Republik Indonesia, organisasi-organisasi ini telah menata diri untuk merebut kemerdekaan. Jadi, ada organisasi dahulu baru ada negara dan sampai hari ini data yang yang tersimpan di MUI ada 77 organisasi yang masih eksis di Indonesia.

“Alhamdulillah, saya didaulat salah satu pendiri Global Peace atau organisasi Perdamaian Dunia. Dan dari situ saya berkesempatan untuk dapat berkunjung di hampir seluruh negara-negara yang berkonflik. Sehingga, negara berkonflik tersebut hampir bisa dikatakan tidak memiliki organisasi seperti di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, perlu langkah-langkah strategis dari MUI untuk menata tatanan organisasi Islam khususnya agar tidak terjadi perpecahan dalam berumat dan beragama,” ujar Waketum MUI Pusat KH. Marsudi Syuhud.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS