Sosok-sosok di Balik Replika Rumah Adat Bernuansa Tionghoa Semarakkan Perayaan Imlek di Mempawah

Ketua Rajawali Muda Mempawah (RMM) Tu Hiung di depan replika rumah adat dan budaya Tionghoa yang menghiasi Taman Aulia Rubini Pasar Mempawah untuk menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2574. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Taman Aulia Rubini yang terletak di pusat Pasar Kota Mempawah, Kalimantan Barat, sejak seminggu terakhir terlihat ceria di malam hari.

Itu setelah berdiri sejumlah replika rumah adat dan budaya bernuansa Tionghoa untuk menyemarakkan Perayaan Tahun Baru Imlek 2574 yang jatuh pada 22 Januari 2023 pekan depan.

Hadirnya replika khas Imlek ini kontan menjadi daya tarik tersendiri, sehingga menjadi salah satu destinasi baru masyarakat multi etnis di Mempawah dan sekitarnya untuk bersantai bersama keluarga.

Pada Sabtu (14/1/2023) malam, Taman Aulia Rubini terlihat ramai dikunjungi. Tata cahaya yang melengkapi dekorasi replika rumah adat dan budaya khas Tionghoa itu membuat warga makin betah.

“Keren, seharusnya begini Kota Mempawah. Pokoknya salut lah sama yang bangun dekorasi replika jelang Imlek di taman ini,” ungkap Susianti, warga Mempawah.

Susianti mengaku datang bersama anaknya karena penasaran dengan keindahan Taman Aulia Rubini setelah ada replika gapura, bunga mei hua, lampion dan lain sebagainya.

Dan ternyata, tak hanya Susianti yang penasaran. Warga lainnya juga mengungkapkan hal yang sama.

“Cantek bang, kamek tadi same kawan dah foto-foto,” tambah Apriliana, warga Sungai Pinyuh yang kebetulan mampir ke Mempawah.

Keberadaan replika ini merupakan buah ide dan kerja keras berbagai komunitas muda di Mempawah.

Ketua Rajawali Muda Mempawah (RMM), Tu Hiung, mengaku merasa bahagia karena masyarakat tampak antusias dengan hadirnya suasana baru di Taman Aulia Rubini jelang Perayaan Tahun Baru Imlek 2574.

Menurutnya, replika bangunan dan budaya Tionghoa tersebut dibangun atas inisiasi dan kerjasama berbagai komunitas di Mempawah, Jakarta, bahkan luar negeri.

Yakni, Rajawali Muda Mempawah (RMM), Komunitas Satu Periok, serta Perhimpunan Keluarga Besar Mempawah (Perkabem) di Jakarta dan luar negeri.

“Tentunya, berbagai replika ini kami bangun atas dukungan Pemkab Mempawah melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dishub-LH Riduansyah, Camat Mempawah Hilir Ismayuda, Tokoh Masyarakat Gusti Dudung Agus Suharto, Pentolan Satu Periok Gatot Plastik, serta sponsor pendukung K@’TAMB Group. Atas support yang telah diberikan, kami ucapkan terima kasih,” ungkapnya.

Dijelaskan Tu Hiung, suasana baru di Taman Aulia Rubini dibangun sejak dua minggu lalu dengan konsep khas Imlek.

Ada replika gapura sepanjang 25 meter, gerbang pintu masuk sebanyak tiga unit, lampion dan bunga mei hua, serta tata cahaya yang sempurna.

“Dan semua replika ini merupakan buah karya budak-budak Mempawah yang terdiri atas tim kreatif, Tole selaku desainer, hingga para pekerja dengan koordinator Humas RMM Slamet,” ungkapnya lagi.

Gabungan komunitas di Mempawah saat mendirikan gerbang khas Tionghoa di Taman Aulia Rubini, Sabtu (14/1/2023).

Replika rumah adat dan budaya Tionghoa ini dibangun bukan saja untuk menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2574, tapi juga sebagai wujud kebersamaan masyarakat Mempawah yang heterogen.

“Kami juga upayakan di hari-hari raya keagamaan, replika serupa akan kami bangun sesuai konsep maupun tradisi masing-masing,” ucap Tu Hiung.

Dalam kesempatan itu pula, ia mewakili Rajawali Muda Mempawah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk para donatur yang tak bisa disebutkan satu-persatu.

“Semoga replika rumah adat dan budaya Tionghoa di Taman Aulia Rubini ini dapat memberikan hiburan bagi masyarakat,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS