Tarif Naik Berdampak Pendapatan Tukang Ojol di Kota Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Kenaikan tarif ojek online (ojol) pasca naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak awal September lalu, berdampak kepada pendapatan tukang ojol. Pasalnya, jumlah pesanan konsumen juga menurun.
Andi (20) seorang Driver Ojol di Kota Pontianak mengungkap, dengan kenaikan harga BBM sangat berpengaruh bagi penghasilannya dan penurunan penumpang atau konsumennya.
“Bagi saya, kenaikan BBM ini berpengaruh ke pengurangan pesanan dan penghasilan di awal-awal naiknya BBM, ke tarik juga bos isi dompet,”kata Andi warga asal Sintang ini, ditemui Suarakalbar.co.id, Sabtu (17/9/2022).
Andi menekuni profesi ojek online sejak 2019, mengungkapkan penghasilannya yang turun hingga 47% sejak kenaikan harga BBM.
“Penghasilan untuk sebelum kenaikan BBM bisa mencapai Rp.150 ribu tetapi sekarang hanya Rp.70 ribu dalam waktu 12 Jam. Iya hanya bisa ke beli rokok dan kopi saja sudah Alhamdulillah,”ungkapnya.
Pria yang juga yang merupakan mahasiswa semester akhir ini, menyatakan kenaikan tarif ojek online yang sangat signifikan.
“Sangat berbeda sebelum BBM naik dan sesudah untuk jarak tempuh. Jarak 1 kilo untuk penumpang itu hanya Rp.8.000 -Rp.10 ribu, tapi sekarang sekitar Rp.12.500, sedangkan untuk pesan makanan saja sekitar 8.000 tapi sekarang sekitar Rp.12 ribu,”katanya.
Selain itu, Radiono yang juga driver ojol mengatakan hal yang senada dengan pernyataan Andi.
“Pengaruhnya ke pengeluaran, makin banyak, biasanya Rp.20 ribu sudah cukup 1 hari, jadi ni bisa sampai Rp.30 ribu Belum lagi pengeluaran untuk dapur,” katanya.
Pria yang sudah berkeluarga ini juga, menajdi ojek online selama 3 tahun sejak 2019 cukup sulit untuk mencari pekerjaan pengganti.
“Untuk normal si harapanya tipis, kasih subsidi pun gak semua dapat kan? Kalo nambah kerjaan tu untuk freelance aja susah,”harapnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






