SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Apple Siapkan Teknologi Inframerah di Bawah Layar untuk iPhone 18 Pro

Apple Siapkan Teknologi Inframerah di Bawah Layar untuk iPhone 18 Pro

lustrasi iPhone 18 Pro. (Facebook/Apple Hub)

Suara Kalbar-  Apple dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar pada desain iPhone premium generasi mendatang. Berdasarkan laporan industri terbaru dari Korea Selatan, Apple disebut membutuhkan teknologi inframerah di bawah layar (under display infrared/UDIR) pada panel OLED iPhone kelas atas.

Teknologi ini diyakini akan menjadi fondasi penting bagi kemungkinan perubahan besar pada sistem Face ID, yang berpotensi mulai terlihat pada seri iPhone 18 Pro.

Langkah ini menunjukkan Apple sedang mematangkan spesifikasi tampilan untuk lini iPhone premium berikutnya, seiring ambisi perusahaan menghadirkan desain layar yang semakin bersih dan minim gangguan visual.

Apple Mulai Mengunci Spesifikasi Layar iPhone Premium

Dikutip dari Apple Insider, Selasa (20/1/2026), laporan tersebut menyebut Apple kini fokus pada dua teknologi utama untuk iPhone generasi mendatang, yaitu panel LTPO OLED generasi terbaru dan sensor inframerah di bawah layar. Kombinasi ini diperlukan untuk mendukung desain iPhone masa depan yang lebih ramping, efisien, dan modern.

Menyembunyikan sensor inframerah di balik panel OLED menjadi prasyarat utama jika Apple ingin mengurangi ukuran potongan layar di bagian depan, baik itu notch maupun Dynamic Island.

Namun, laporan ini juga menegaskan Apple belum tentu langsung menghadirkan iPhone dengan layar sepenuhnya tanpa lubang. Sebaliknya, Apple kemungkinan akan melakukan transisi secara bertahap, seperti yang sering mereka lakukan pada perubahan besar sebelumnya.

Apa Arti Teknologi Inframerah di Bawah Layar untuk iPhone?

Teknologi inframerah di bawah layar berarti sensor IR tidak lagi ditempatkan di notch atau Dynamic Island iPhone 18 Pro, melainkan berada di balik panel OLED. Dalam sistem Face ID, sensor ini berfungsi memproyeksikan cahaya inframerah ke wajah pengguna untuk membuat peta kedalaman wajah.

Setelah peta tersebut dibuat, iPhone akan mencocokkannya dengan data biometrik wajah terenkripsi yang tersimpan aman di dalam perangkat. Sistem ini telah menjadi tulang punggung keamanan iPhone sejak  iPhone X pertama kali diperkenalkan.

Agar desain iPhone benar-benar bebas dari potongan layar yang terlihat, seluruh komponen Face ID, termasuk sensor inframerah, harus mampu bekerja melalui lapisan layar OLED. Di sinilah teknologi UDIR menjadi sangat krusial, meski implementasinya masih menghadapi banyak tantangan teknis.

Apple Diprediksi Lakukan Transisi Bertahap

Perlu dicatat, mengaktifkan teknologi inframerah di bawah layar tidak otomatis berarti Face ID sepenuhnya tersembunyi. Apple diperkirakan akan mengadopsi pendekatan bertahap, dengan menyembunyikan beberapa sensor terlebih dahulu sambil mempertahankan komponen lain di area terbuka.

Hal ini bisa berarti Dynamic Island menjadi lebih kecil, atau hanya tersisa satu lubang kamera depan, sementara sensor lain tersembunyi. Apple pernah menguji ide serupa di masa lalu.

Rumor tentang Face ID di bawah layar telah muncul berulang kali selama bertahun-tahun, tetapi selalu mengalami perubahan jadwal dan spesifikasi. Hingga kini, belum ada satu pun laporan tersebut yang benar-benar terwujud dalam produk iPhone yang dirilis ke pasar.

Peran Penting Samsung Display dan LG Display

Dalam laporan yang sama, Samsung Display dan LG Display disebut sebagai dua pemasok utama yang mampu memenuhi standar ketat Apple. Keduanya dinilai sanggup memproduksi panel OLED dengan kombinasi teknologi LTPO dan UDIR dalam skala besar.

Meski Apple terus berupaya mendiversifikasi rantai pasokan dengan melibatkan BOE, fitur layar paling canggih masih sangat bergantung pada produsen OLED berpengalaman. Teknologi inframerah di bawah layar menambah tingkat kompleksitas karena panel OLED secara alami menyerap dan menyebarkan cahaya inframerah.

Untuk mengatasinya, Samsung dan LG telah berinvestasi besar dalam material OLED khusus, proses manufaktur presisi tinggi, dan optimalisasi transmisi cahaya inframerah. Tujuannya adalah menjaga kecerahan layar, akurasi warna, dan daya tahan panel, tanpa mengorbankan kinerja Face ID.

Mengapa Face ID di Bawah Layar Masih Menjadi Tantangan Besar?

Meski UDIR membuka jalan menuju Face ID di bawah layar, teknologi ini belum dapat dianggap sebagai konfirmasi resmi. Face ID terdiri dari beberapa komponen penting, seperti IR flood illuminator, dot projector, dan sensor penerima.

Menyembunyikan seluruh komponen tersebut di balik OLED tanpa mengorbankan kecepatan, akurasi, dan keamanan masih menjadi tantangan teknis besar, terutama dalam kondisi cahaya minim.

Lapisan OLED diketahui mengurangi transmisi cahaya inframerah, yang berpotensi memengaruhi respons sistem. Inilah alasan mengapa  Apple cenderung menunda perubahan besar sampai teknologinya benar-benar matang.

Sebagai perbandingan, meski rumor Touch ID di bawah layar telah beredar selama bertahun-tahun, Apple tidak pernah benar-benar merilisnya di  iPhone. Face ID juga kerap mengalami evolusi bertahap sejak pertama kali diperkenalkan.

Bocoran Lain iPhone 18 yang Mulai Beredar

Selain teknologi layar dan Face ID, iPhone 18 juga dirumorkan membawa sejumlah peningkatan lain, antara lain:

1. Chipset generasi baru

iPhone 18 diperkirakan akan menggunakan chip Apple Silicon terbaru dengan fabrikasi lebih kecil, yang menawarkan peningkatan performa AI, efisiensi daya, dan kemampuan komputasi grafis.

2. Kamera lebih canggih

Apple disebut sedang mengembangkan sensor kamera dengan pemrosesan gambar berbasis AI yang lebih dalam, terutama untuk fotografi malam dan video sinematik.

3. Baterai lebih efisien

Dengan kombinasi chip baru dan panel LTPO generasi terbaru, iPhone 18 diharapkan mampu menghadirkan daya tahan baterai lebih baik tanpa meningkatkan ukuran fisik baterai.

4. Desain lebih bersih

Jika teknologi inframerah di bawah layar berhasil diterapkan, iPhone 18 Pro berpotensi menjadi iPhone dengan tampilan paling bersih sejak era iPhone X, meski kemungkinan belum sepenuhnya tanpa lubang layar.

Teknologi inframerah di bawah layar menunjukkan Apple tengah menyiapkan fondasi jangka panjang untuk desain iPhone yang lebih futuristik. Meski belum ada kepastian Face ID sepenuhnya tersembunyi di iPhone 18 Pro, langkah ini menandakan arah yang jelas menuju layar dengan gangguan visual minimal.

Komentar
Bagikan:

Iklan