SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Bengkayang Polres Bengkayang Gelar Forum Konsultasi Publik Pelayanan Tahun 2026

Polres Bengkayang Gelar Forum Konsultasi Publik Pelayanan Tahun 2026

Polres Bengkayang Gelar Forum Konsultasi Publik Berbasis Digital. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Bengkayang (Suara Kalbar) – Polres Bengkayang menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Pelayanan Publik Tahun 2026 sebagai wujud komitmen peningkatan kualitas layanan kepolisian yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Tunggal Panaluan Polres Bengkayang, Rabu (21/1/2026) pagi.

Forum yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto ini menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, DPRD, perbankan, akademisi, tokoh agama, hingga media.

Kompol Suparwoto menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan sarana strategis untuk menyerap aspirasi dan masukan masyarakat secara langsung. Setiap saran yang disampaikan, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan standar pelayanan publik Polres Bengkayang ke depan.

“Masukan dari masyarakat sangat penting untuk mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan mudah diakses. Polres Bengkayang berkomitmen terus meningkatkan integritas personel serta kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan FKP diisi dengan paparan dari sejumlah satuan fungsi pelayanan publik. Kasat Lantas Polres Bengkayang AKP Sunarli memaparkan peningkatan layanan SIM melalui Satpas, mulai dari penerapan standar dan maklumat pelayanan, pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), hingga penyediaan sarana prasarana ramah disabilitas serta inovasi layanan berbasis digital.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Bengkayang AKP Suprianto menjelaskan implementasi layanan SKCK Full Online melalui Super App Polri pada tahun 2026. Seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga pembayaran, kini dilakukan secara digital untuk memberikan layanan yang lebih cepat, efisien, dan transparan.

Paparan lainnya disampaikan oleh Kepala SPKT Polres Bengkayang IPTU Oman Kurnianto, yang menekankan penguatan monitoring dan evaluasi pelayanan SPKT melalui penerapan standar pelayanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyediaan fasilitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Forum ini juga diwarnai masukan konstruktif dari para peserta. Wakil Ketua DPRD Bengkayang, Esidorus, mengapresiasi pemanfaatan media sosial dalam sosialisasi layanan lalu lintas. Ia juga mendorong pembinaan dan penindakan terhadap kendaraan bermuatan besar, penggunaan knalpot brong, serta pengendara di bawah umur.

Selain itu, Esidorus mengusulkan pembatasan jam operasional kendaraan angkutan pada jam sekolah dan jam kerja padat guna mengurangi potensi kecelakaan dan kemacetan.

Masukan serupa juga disampaikan perwakilan akademisi, tokoh agama, perbankan, dan media, yang menyoroti pentingnya sosialisasi layanan kepolisian kepada pelajar dan mahasiswa, pengawasan tempat hiburan malam, pencegahan balap liar, serta optimalisasi pembayaran digital dalam pelayanan publik.

Dari forum tersebut, terangkum dua kata kunci utama, yakni “Edukasi dan Kolaborasi”. Edukasi kepada masyarakat dinilai harus berjalan seiring dengan kolaborasi lintas sektor agar tercipta pelayanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Polres Bengkayang berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan pelayanan publik yang modern, akuntabel, dan terpercaya di Kabupaten Bengkayang.

Penulis : Kurnadi

Komentar
Bagikan:

Iklan