Tersangka MS Segedong Lepas dari Masa Kritis, Polisi Kembali Periksa Lima Saksi

  • Bagikan
KEMBALI PERIKSA SAKSI. Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M. Resky Rizal, saat memberikan keterangan pers usai penetapan MS sebagai tersangka. Pada hari ini, Jumat (10/9/2021), polisi kembali memeriksa lima saksi untuk melengkapi pemberkasan. SUARAKALBAR.CO.ID/Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mempawah terus mendalami tindak penganiayaan maut hingga Edward Sudianto, 65 tahun, meninggal dunia di Desa Peniti Dalam I, Kecamatan Segedong.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kasat Reskrim AKP Muhamamad Resky Rizal, mengatakan, pihaknya pada hari ini, Jumat (10/9/2021), kembali memeriksa lima saksi untuk mengungkap tindak penganiayaan itu agar terang-benderang.

“Kelima saksi ini kita mintai keterangan untuk melengkapi pemberkasan. Kita juga berharap tersangka MS yang telah lepas dari masa kritis dapat segera sembuh atas luka-lukanya,” ungkap Rizal, sapaan akrabnya.

Meski tersangka MS telah lepas dari masa kritis di RSUD dr Rubini Mempawah, Rizal memastikan, kondisi fisik yang bersangkutan belum memungkinkan memberikan keterangan.

“Ia (tersangka MS) tetap kita awasi dalam masa perawatan medis di RSUD dr Rubini. Saya tegaskan, kasus ini kita tangani dengan serius dan profesional,” ucapnya.

Menurut Rizal, penanganan tindak penganiayaan hingga meninggal dunia ini sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/172/IX/2021/Reskrim/Segedong/Mpw/Kalbar tanggal 9 September 2021.

Peristiwa terjadi pada Rabu (8/9/2021) pukul 22.30 WIB, dengan TKP di depan rumah korban, Edwar Sudianto, Dusun Tepi Kapuas RT. 016 RW. 004, Desa Peniti Dalam I, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah.

Setelah dilakukan rangkaian penyelidikan sejak terjadinya peristiwa–yang dimulai dari pelaksanaan olah TKP, hingga akhirnya kasusnya ditingkatkan ke penyidikan pada Kamis (9/9/2021).

Selanjutnya, usai memeriksa saksi-saksi, penyitaan beberapa barang bukti, dan berdasarkan hasil visum et repertum, Satreskrim Polres Mempawah pun melaksanakan gelar perkara.

“Hasil dari gelar perkara itu, MS ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal persangkaan 480 KUHP sub 338 KUHP sub 351 ayat (3) KUHP,” ujarnya.

AKP M. Resky Rizal memastikan, proses hukum akan terus berjalan sambil menunggu pemulihan kesehatan tersangka.

“Karena itu pada hari ini kita kembali memeriksa lima saksi,” tutupnya.

  • Bagikan