MS Dipindahkan ke RSUD dr Rubini, Kasat Reskrim: Penganiayaan di Segedong Ditangani Serius!

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M. Resky Rizal, saat memberikan keterangan kepada awak media usai tindak penganiayaan di Kecamatan Segedong, Kamis (9/9/2021). Polisi memastikan akan serius menangani kasus ini. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Istimewa

Mempawah (Suara Kalbar) – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mempawah, Polda Kalimantan Barat, AKP Muhammad Resky Rizal, memastikan tindak penganiayaan maut di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, akan ditangani serius.

“Kita tidak main-main dalam menangani kasus ini. Akan kita tuntaskan!” ujarnya kepada SUARAKALBAR.CO.ID, Kamis (9/9/2021).

Dijelaskan, kondisi terduga pelaku MS, 55 tahun, kini masih dalam penanganan tim medis.

Bahkan untuk memudahkan penanganan perkaranya, MS saat ini tengah dibawa kembali ke RSUD dr Rubini Mempawah.

“MS yang masih dalam kondisi belum memungkinkan untuk memberikan keterangan, tetap kita jaga ketat. Saat ini, upaya perawatan yang bersangkutan dipindahkan ke RSUD dr Rubini Mempawah,” jelas Rizal lagi.

Rizal mengatakan, peristiwa ini murni tindak kriminal orang per orang, dan masyarakat diharapkan mempercayakan sepenuhnya kepada Polri, dalam hal ini Satreskrim Polres Mempawah, untuk upaya penanganan kasusnya.

“Mohon seluruh lapisan masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi atas berkembangnya kabar-kabar yang belum terbukti kebenarannya. Sekali lagi, kasus ini kami tangani serius!” pungkasnya.

Seperti diberitakan SUARAKALBAR.CO.ID, Perkelahian berujung maut terjadi di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (8/9/2021) pukul 22.00 WIB.

Keributan terjadi antara seorang pensiunan polisi bernama Edward, 65 tahun, dengan MS, 55 tahun. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti motif kejadian.

Namun dari peristiwa itu, Edward dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan MS kini dalam kondisi kritis masih dirawat di RSUD dr Soedarso Pontianak.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kasat Reskrim AKP M. Resky Rizal, ketika dikonfirmasi, membenarkan insiden tersebut.

Ia menegaskan, motif dan kronologis kejadian masih dalam penyelidikan Tim Jatanras Satreskrim Polres Mempawah bersama Polsek Segedong.

“Keributan ini terjadi tadi malam, pukul 22.00 WIB. Korban atas nama Edward, 65 tahun, meninggal dunia. Sementara seorang warga yang menjadi lawannya, MS, kini dirawat di RSUD dr Soedarso,” jelas AKP M. Resky Rizal.

Ia menjelaskan, keributan terjadi di Jalan Arrasyid RT. 013/RW. 004 Desa Peniti Dalam 1, Kecamatan Segedong.

Pada tubuh korban Edward ditemukan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, terutama luka robek di bagian kepala depan dan belakang.

Diduga, luka-luka itu karena tebasan parang seleng oleh terduka pelaku berinisial MS.

Sedangkan TKP kedua, di Paret Ambo Pinang, RT. 013/RW. 004 Desa Peniti Dalam 1, Kecamatan Segedong, polisi menemukan tubuh MS yang turut bersimbah darah dengan luka robek di bagian leher.

Diduga, usai keributan, pelaku MS hendak pergi dari TKP pertama, namun ia tak sanggup lagi berjalan karena luka-luka yang dideritanya.

“Keduanya langsung kita evakuasi ke Puskesmas, sementara MS kita rujuk ke RSUD dr Soedarso untuk diberikan tindakan medis,” kata Rizal.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP dan yang mengetahui kejadian tersebut.

“Kita juga sudah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, parang yang ada di TKP pertama dan parang yang ditemukan di TKP kedua,” ungkapnya lagi.

  • Bagikan