Kisah Ustadz Gus Imam Jauhari di Sengkubang: Dari Majelis Shalawat, Berjuang Dirikan Pondok Pesantren

  • Bagikan
Suasana belajar santri dan santriwati di Pondok Pesantren Dakwah Ahbabul Musthofa (DAFA) di Parit Senin, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir. Pontren ini berdiri lewat perjuangan panjang Ustadz Gus Imam Jauhari. SUARAKALBAR.CO.ID/IST

Mempawah (Suara Kalbar) – Berawal dari niat mulia untuk membantu pemerintah mencerdaskan anak bangsa yang berakhlakul karimah, Ustadz Imam Jauhari di Dusun Parit Senin, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, mendirikan Pondok Pesantren Dakwah Ahbabul Musthofa (DAFA).

Kisah pendirian pondok pesantren ini ternyata cukup panjang. Yakni, berawal dari ketulusan hati pria yang akrab disapa Gus Imam Jauhari ini, ketika membentuk majelis shalawat dengan nama yang sama, yakni Ahbabul Mustofa.

Bertahun-tahun menggelar kegiatan dakwah di majelis shalawat, Gus Imam pun berkeinginan untuk menciptakan kader bangsa yang ahlussunah wal jama’ah.

“Saya melihat tuntutan pendidikan dakwah semakin maju dan berkembang, khususnya di Mempawah. Saya berpikir, mengapa saya tidak membuka pondok pesantren untuk bersama-sama pemerintah mencerdaskan anak bangsa?” kata Gus Imam.

Sejak itu, Gus Imam langsung membulatkan tekad untuk mengurus administrasi dan perijinan dalam rangka mendirikan pesantren.

Terlebih dahulu, ia membentuk badan hukum pondok pesantrennya. Pada 18 Januari 2021, terbit lah pengesahan pendirian badan hukum Yayasan Pusat Dakwah Ahbabul Musthofa.

“Bismillah, dengan terbitnya surat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, saya mulai bekerja untuk mempersiapkan berdirinya Pondok Pesantren Dakwah dan Madrasah Ahbabul Musthofa yang saya singkat DAFA,” ungkapnya penuh syukur.

Pada tahun ajaran 2021-2022 ini, Pondok Pesantren DAFA mulai menerima pendaftaran santri/santriwati baru yang beralamat di Dusun Parit Senin, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

Waktu pendaftaran santri/santriwati baru ini dimulai 10 Juli – 17 Juli 2021. Sementara daftar ulang santri/santriwati dijadwalkan pada 1 Agustus – 10 Agustus 2021 mendatang.

Yang menarik, Gus Imam Jauhari menawarkan mondok gratis bagi para santri/santriwati. Selain itu, yayasan juga menggratiskan uang syahriah dan konsumsi 2x sehari.

“Cukup banyak program unggulan yang kami tawarkan. Yakni metode dakwah sesuai ahlussunah, nahwu, shorrof, belajar kitab kuning dan lain sebagainya,” paparnya.

Sedangkan program ekstrakurikuler bagi santri/santriwati terdiri atas pembacaan Maulid, seni hadrah Al-Habsy, Muhadhoroh dan olahraga futsal seminggu sekali.

  • Bagikan