Petugas Vaksinator Datangi Desa untuk Percepat Vaksinasi Lansia di Perbatasan

  • Bagikan
Masyarakat Lanjut Usia (Lansia) di Desa Nekan, Kecamatan Sekayam, mendapatkan vaksinasi Covid-19. SUARAKALBAR.CO.ID/Agus Alfian

Sanggau (Suara Kalbar) – Untuk mendukung percepatan Program Vaksinasi Covid-19 Nasional, petugas medis di perbatasan Indonesia-Malaysia “jemput bola” datangi desa di pedalaman untuk vaksinasi lansia.

“Untuk kecamatan Sekayam ada 10 desa yang menjadi target vaksinasi Covid-19. Saat ini sudah lima desa yang didatangi langsung petugas vaksinator dari Puskesmas. Sasaran prioritas adlah kalangan lansia,” kata Kepala Puskesmas Sekayam, Yustina, Kamis (22/7/2021).

Dia mengungkapkan, sasaran vaksinasi lansia sebanyak 26.000 jiwa. Secara bertahap akan dilakukan vaksinasi sesuai dengan jumlah ketersedian vaksin yang disuplai dari dinas kesehatan kabupaten.

Setiap desa didatangi tim vaksinasi secara bergiliran sesuai jadwal.

Dan Yustina mengakui, banyak kendala yang dihadapi petugas vaksinator ketika di lapangan, terutama jaringan internet untuk menginput data dan kondisi jalan yang buruk.

Tidak jarang kendaraan petugas vaksinator amblas ketika mendatangi desa dan dusun yang ada di perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

“Lansia di pedalaman antusias untuk mendapatkan vaksin, tidak ada yang menolak kecuali yang memiliki riwayat penyakit bawaan akut,” ucap Yustina.

Disampaikan Yustina, kekurangan stok vaksin menjadi kendala lain yang memperlambat progress vaksinasi di perbatasan.

“Khususnya lansia baru mencapai 10 persen, nakes 89 persen, pelayanan publik 10 persen dan guru 30 persen,” ungkapnya.

Karena itu, Yustina menegaskan, pihaknya juga telah meminta penambahan jumlah vaksin dari Kabupaten Sanggau untuk mempercepat vaksinasi di pedalaman perbatasan.

Tim vaksinasi bersama Satgas Penangana Covid-19 kecamatan tidak hanya sekedar memberikan vaksinasi, juga mengedukasi masyarakat terkait perubahan perilaku di masa pademi.

“Masyarakat diminta untuk menerapkan 5M yakni, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasai mobilisasi dan interaksi untuk memutuskan penyebaran Covid-19,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Entes, salah santu lansia penerima vaksi Covid-19 mengakui dirinya sudah lengkap mendapatkan vaksin baik yang pertama dan kedua.

Tidak ada keluhan selama mendapatkan vaksinasi, kondisi kesehatan juga baik.

Disampaikan Entes, sebelum mendapatkan penjelasan terkait vaksinasi, dirinya sempat ragu karena banyak isu yang tidak benar beredar di tengah masyarakat.

“Saya mengikuti anjuran pemerintah selama pademi untuk menerapkan protkol kesehatan karena virus tidak nampak. Jadi aktivitas keluar rumah juga saya kurangi selama ini terkecuali begitu penting sekali,” pungkas Entes.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page