Hari Ini Pasokan Oksigen Datang 4 Ribu Tabung, Sutarmidji Ungkap Penyebab RS Kekurangan Oksigen

  • Bagikan
Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menyerahkan obat di Rumah Zakat. SUARAKALBAR.CO.ID/Adpim Kalbar

Pontianak (Suara Kalbar) – Kasus Covid-19 di Kalimantan Barat terus diupayakan agar tidak semakin meningkat.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui instruksi Mendagri terhadap perpanjangan PPKM Darurat di Kota Pontianak dan Singkawang, merupakan upaya menekan agar kasus tak semakin tinggi dan salah satunya menyediakan ketersediaan stok oksigen di Kalimantan Barat.

Gubernur Kalbar Sutarmidji menegaskan jika per hari ini 22 Juli 2021, Kalbar mendapatkan stok oksigen dari Jakarta dan akan datang di Pelabuhan Pontianak dengan sekitar 4 ribu tabung.

“Hari ini jam 2 siang datang dari Jakarta sekitar 2 isotank sekitar 4 ribu tabung. Besok dari Batam 800 tabung dengan 2 isotank sekitar ribu tabung dan Kucing juga. Kalbar satu hari memerlukan 3 ribu tabung oksigen. Stok per hari ini semoga tak lagi berkurang dan besok normal,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji usai menghadiri kegiatan di Rumah Zakat Pontianak, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya beberapa kawasan seperti di Kabupaten Sambas terjadi kekosongan oksigen meski ia telah meminta Walikota Singkawang agar mengirim stok oksigen ke Kabupaten Sambas sebanyak 10 tabung.

“Terhadap stok dari Malaysia, saya telah menyurati Mentri Besar disana dan saya meminta bayar cash agar stok oksigen kita cukup dan Mentri di Malaysia sudah menyanggupi,” tuturnya.

Diakuinya beberapa kawasan sehingga kehabisan oksigen menjadi salah satu pertanggungjawaban managemen dari RS.

“Harusnya antisipasi dilakukan juga oleh kepala daerah agar stok oksigen tetap tersedia. Dari lima distributor yang aktif hanya dua distributor di Kalbar yang aktif. Kemungkinan ini fikiran jelek saya, harga di RS jauh lebih murah dibandingkan harga industri,” jelasnya lagi.

Ia mencontohkan jika di RS Soedarso, pantauan oksigen terus ia lakukan sehingga stok tidak kehabisan dan semua dilaporkan baik oleh managemen RS.

“Ada RS menelpon stok mau habis baru lapor. Inikan tergantung managemennya. Pasien Covid-19 di Kalbar sekitar seribuan sementara satu orang bisa 5 tabung sekitar 6meter kubik memerlukan oksigen,” urainya.

Dikatakan mantan Walikota Pontianak dua periode itu bahwa RS yang sangat memerlukan suply oksigen yaitu di Kabupaten Mempawah dan Sekadau.

“Sekadau banyak obat dengan banyak kasus namun obat tidak didistribusikan dengan baik dan 12 hari yang lalu Kalbar sudah memulai vaksin termasuk pelajar. Jika door to door memungkinkan tenaganya ada saya ingin vaksin dilakukan,” kata Bang Midji.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson menegaskan jika pihaknya selalu mengingatkan kepada pihak RS untuk tidak menolak pasien.

“Saya sudah ingatkan semua RS, kalau macam-macam sampai menolak pasien dengan alasan tidak ada oksigen padahal di rumah sakit tersebut masih tersedia tempat tidur perawatan covid maka akan kami berikan sanksi yang tegas,” pungkasnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page