Bupati Bengkayang Deklarasi Desa Open Defecation Free

  • Bagikan

 Bupati Bengkayang Deklarasi Desa Open Defecation Free.

Bengkayang (Suara Kalbar) – Bupati Bengkayang Sebastianus
Darwis didampingi Ketua TP PKK Ny Anita Darwis menghadiri acara
deklasrasi Desa ODF atau Open Defecation Free Selasa (4/5/2021).

Acara
dilaksanakan di Kantor Desa Tanjung Kecamatan Teriak, dan ikut hadiri
Plt Kadis Kesehatan, Ketua DPRD, Kapolres Bengkayang, Danramil
1202-01/Bengkayang, Camat Teriak , Kepala Desa Tanjung dan sejumlah
undangan Lainnya.

“Hari ini, kita deklarasi Desa ODF atau Desa
Open Defecation Free di Desa Tanjung Kecamatan Teriak,”ucap Bupati
Bengkayang Sebastianus Darwis.

“Saya hadir didamping Ketua TP PKK
Kabupaten Bengkayang Ny Anita Darwis, Kapolres Bengkayang AKBP NB
Darma, Plt Kadis Kesehatan Agustinus  Kepala DPRPLH Drs.Lorensius, Camat
Teriak Busmet, Danramil 1202-01/BKY Kapten Asswani Kunto dan Seluruh
Kepala Desa Se Kecamatan Teriak yang jumlahnya ada 18 Desa,”sambungnya.

Dengan
Desa Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan
adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air
besar sembarangan.

“Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat
sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” ucap
Kader terbaik Partai Gerindra Ini.

Lanjut Darwis lagi, dengan
adanya Deklarasi Desa ODF ini, masyarakat diharapkan bisa menjaga
lingkungan dan kebersihan dan tidak BAB sembarangan.

Untuk
diketahui , perilaku buang air besar Sembarangan BABS atau Open
Defecation Free termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat.

BABS
adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja sembarangan seperti
di ladang, hutan, semak-semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya
yang dibiarkan menyebar dan mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara,
dan air.

Sebagai referensi, dalam keadaan normal susunan tinja,
sekitar 75 persen terdiri dari air dan 15 persen zat padat yang terdiri
dari bakteri mati (30%) lemak (10-20%), zat anorganik (10-20%) protein
(2-3%) dan sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna (30%).

“Sebab jika tinja yang dibuang sembarangan akan menimbulkan berbagai permasalahan,”tutupnya.

Penulis: Kurnadi

  • Bagikan
You cannot copy content of this page