Siswa SPN Putra Daerah Jongkat Sosialisasi Masker Usai Jumatan
![]() |
| Siswa Diktukba Polri yang merupakan putra daerah Kecamatan Jongkat saat sosialisasi masker guna menggugah masyarakat agar disiplin protokol kesehatan di depan Masjid Al-Kahfi, Desa Jungkat, Jumat (29/1/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Ist |
Mempawah (Suara Kalbar) – Jemaah Masjid Al Kahfi, Desa
Jungkat, Kecamatan Jongkat, yang baru saja usai menunaikan Salat Jumat,
tertarik dengan hadirnya tiga siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) yang
menyampaikan imbauan penggunaan masker.
Wajah ketiganya tampak familiar bagi warga Jungkat. Sebab,
mereka memang siswa SPN Pontianak yang berasal dari Kecamatan Jongkat.
Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui
Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, yang dihubungi suarakalbar.co.id,
mengatakan, ketiga siswa SPN tersebut merupakan putra daerah Kecamatan Jongkat.
“Ketiganya saat ini tengah menempuh Pendidikan Pembentukan Bintara
(Diktukba) Polri di SPN Pontianak. Mereka adalah Muhammad Hairul, Eriko Mukromin
dan Repi Arpiandi,” jelas Rahmad Kartono.
Saat menyampaikan sosialisasi protokol kesehatan di
tengah-tengah masyarakat, ketiganya didampingi mentor siswa, Brigpol Seto Daru
Indro, yang juga Bhabinkamtibmas Desa Sungai Nipah.
Saat melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan, ketiga
siswa ini tampak berdiri di tepi jalan, persis di depan Masjid Al Kahfi, sambil
memegang pamflet yang bertuliskan “Masker Melindungi Kamu dan Orang Sekitarmu”.
“Sasaran sosialisasi para siswa ini tidak hanya ditujukan
bagi jemaah Masjid Al-Kahfi yang baru menunaikan Salat Jumat, tapi juga para
pengguna yang yang cukup ramai melintasi Jalan Raya Jungkat,” ungkap Rahmad
Kartono.
Hadirnya para siswa Diktukba Polri ke kampung halaman
masing-masing, merupakan kebijakan Mabes Polri terkait pengalihan metode proses
belajar mengajar. Yang biasanya tatap muka, maka sejak pandemi Covid-19, para siswa
dipulangkan ke wilayah pengiriman masing-masing.
“Jadi karena situasi global masih pandemi, maka untuk
sementara Mabes Polri menerapkan kebijakan proses pembelajaran Diktukba menggunakan
metode jarak jauh dan didampingi para mentor yang telah ditunjuk di setiap
jajaran Polsek,” beber Kapolsek.
Tidak saja mentor dari jajaran Polsek, pembelajaran jarak jauh
turut melibatkan orangtua peserta didik dan tokoh masyarakat setempat.
Penulis : Dian Sastra





