SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Bang Midji Sesalkan Warga Kalbar ke Korsel, Ini Alasannya

Bang Midji Sesalkan Warga Kalbar ke Korsel, Ini Alasannya

Gubernur Kalbar Sutarmidji

Pontianak (Suara Kalbar) – Sampai dengan 29 Februari 2020, di Korea Selatan terdapat 3.150 kasus COVID-19 atau virus Corona yang terkonfirmasi.

Dalam satu hari terdapat sekitar 800 penduduk Korea yang terjangkit Corona dengan 17 kasus kematian karena Corona.

Terkait akan hal itu Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyesalkan adanya warga Kalbar yang mendatangi negara Ginseng tersebut.

“Sudah tau Korsel penyakit corona merebak dengan keterjangkitan pesat dan beberapa negara menutup kekawasan tersebut. Ini ade warga melenggang die kesana diposting di FB,” sesal Sutarmidji di Rektorat Untan, Minggu (1/3/2020).

Orang nomor satu di Kalbar inipun jika dibolehkan mengaku akan mengkarantina warga yang ke Korea Selatan selama 14 Hari.

“Kalau boleh saya karantina 14 Hari mereka yang ke Korsel itu,” tegasnya.

Terkait penyesalan Gubernur Kalbar terdapat warga yang kesana, diakui Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson dikarenakan Korea Selatan adalah negara yang paling tinggi penyebaran kasus COVID-19 nya setelah Tiongkok dibanding negara-negara lain.

“Negara lain yang juga tinggi kasus penyebaran Corona nya adalah Italy yaitu 888 kasus dengan 21 kasus kematian, selanjutnya Jepang sebanyak 230 kasus COVID-19 terkonfirmasi dengan  5 kasus kematian per 29 Februari 2020,” ungkap Harisson kepada suarakalbar, Minggu (1/3/2020).

Menurut Horisson bahwa ke-20 orang warga Kalbar yang sedang berkunjung ke Korea Selatan memang mempunyai risiko tinggi untuk tertular COVID-19.

“Untuk itu diharapkan agar masyarakat Kalbar tidak melakukan perjalanan ke Korea Selatan, Italy dan Jepang,” urainya.

Mantan Kadinkes Kapuas Hulu ini kembali menyatakan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi akan bekerjasama dengan pihak KKP dan Imigrasi untuk benar-benar melakukan pemantauan kesehatan secara ketat terhadap warga Kalbar tersebut. “Dinas Kesehatan akan menjalankan kebijakan Pak Gubernur, bila perlu kita lakukan karantina selama 14 hari,” katanya.

Humas Imigrasi Thomas menambahkan  beberapa warga Kalbar yang melakukan perjalanan ke Korsel melalui via KL (Kuala Lumpur) Malaysia.

“Jadi kalau sudah di luar yurisdiksi Indonesia bukan tanggung jawab kita lagi karena tidak ada larangan bagi WNI bepergian ke Malaysia. Namun jika ada rencana lanjutan dari warga Kalbar untuk ke negara lain sudah menjadi tanggung jawab masing-masing individu atau travel (jika menggunakan jasa travel),” paparnya.

Sementara itu pantauan suarakalbar.co.id beberapa warga yang melakukan perjalanan ke Korea Selatan merupakan rombongan pengusaha yang beberapa sempat diupload disalah satu rombongan di lama akun pribadi facebooknya.

Namun setelah dicek foto-foto yang sempat diupload telah dihapus.

Aty, salah satu warga Kalbar yang mengaku kenal dengan salah satu rombongan mengaku melihat temannya bersama rombongan ke Korsel melalui FB yang ia upload lusa kemarin.

“Yang di FB sudah dihapus kemarin di upload banyak yang komen dan menyayangkan kenapa berani kesana. Dia mengupload sembari main salju. Sementara yang rombongan lainnya saya liat di status WhatsApp ada gambar mereka ke Korsel. Yang satu pengusaha roti bersama rombongan dan rombongan lainnya pengusaha baju,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo

Editor    : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play