Imtek Minta Desa Segera Sosialisasikan Bahaya Aksi Kekerasan Terhadap Anak
Sambas (Suara Kalbar)- Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat berharap setelah di laksanakannya kegiatan dialog interaktif yang bertemakan Gerakan Bersama Melawan Aksi Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di di Aula SMKN 1 Teluk Keramat pada Kamis (24/2 /2022) lalu, maka dapat disosialisasikan pemerintahan desa kepada masyarakat.
“Dialog Interaktif yang kami laksanakan merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap kasus-kasus Kekerasan, maupun aksi pencabulan yang sangat marak di Kabupaten Sambas khususnya di Kecamatan Teluk Keramat, sudah 3 kasus serupa terjadi,” ujar Rona Kabid Litbang PW IMTEK, Sabtu (26/2/2022).
Rona juga menambahkan hasil dari dialog interaktif bukan hanya sekedar kita berdiskusi maupun mendengarkan materi saja kemudian selesai.
“Setelah di laksanakan nya kegiatan tersebut kami berharap setiap desa menggencarkan sosialisasi anti kekerasan seksual terhadap anak. Kami dari IMTEK juga siap menjadi motor penggerak setiap desa di kecamatan teluk keramat yang akan menggelar sosialisasi bisa berkomunikasi dengan IMTEK,” kata Rona.
Menurutya bukan saatnya untuk main-main dengan kasus pencabulan seperti yang telah terjadi beruntun di Kabupaten Sambas, ini merupakan penyakit yang harus di obati.
“Kebijakan dan tindakan cepat harus kita gerakkan bersama demi mengurangi bahkan menghilangkan predator anak di Kabupaten Sambas.,”tegas Rona
Sementara Itu Ketua umum PW IMTEK Sahida menegaskan kegiatan dialog interaktif yang telah dilaksanakan dengan menghadirkan Wakil ketua KPPAD Kalimantan Barat.
Kadis DP3AP2KB, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Kaur Binops Satreskrim Polres Sambas, Camat Teluk Keramat, Kapolsek Teluk Keramat, kepala desa dan kepala sekolah se-Kecamatan Teluk Keramat, serta Keluarga Besar Alumni Imtek.
“Semoga dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang memiliki power untuk membuat gerakan menumpas aksi kekerasan terhadap anak, angka kekerasan terhadap anak ataupun kasus kekerasan terhadap anak dapat di minimalisir,” jelas Sahida
Pihaknya juga akan mengawal perda perlindungan anak dan perempuan yang saat ini sedang di rancang oleh jajaran DPRD Kabupaten Sambas.
“Sejauh ini informasi yang kami dapat DPRD sedang membuat Naskah Akademik untuk perda perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Sambas. Semoga Perda tersebut segera terealisasi supaya hal yang kita harapkan yaitu pembentukan KPPAD di Kabupaten Sambas segera terwujud,” katanya.






