Dari Sedekah Rp 50 Ribu ke Pemulung Cilik, Gatot Plastik Bisa Himpun Rp 12 Juta untuk Mimbar Masjid
Mempawah (Suara Kalbar) – Gatot Plastik, Koordinator Penata Taman atau Landscaper Mempawah, bersama rekannya, Jupri, merasakan betapa sedekah bisa menciptakan suatu keajaiban yang sulit diterima logika.
Berawal dari sedekah Rp 50 ribu kepada seorang pemulung cilik–usai Gatot dan Jupri mendapat honor membersihkan rumput, keduanya kemudian langsung mendapatkan “imbalan” dari Allah SWT.
“Imbalan” itu berupa uang belasan juta rupiah dari penjualan bunga yang akan dipergunakan untuk membayar biaya pembuatan mimbar Masjid Bemban, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Subhanallah!
Kisah nyata ini diungkapkan Gatot Plastik, bernama lengkap Yoso Miharjo ini, kepada SUARAKALBAR.CO.ID, Kamis (1/7/2021) sore tadi.
Dijelaskan Gatot Plastik, kisah ini sengaja diceritakan, sebagai sarana untuk bersyukur atas begitu besar nikmat Allah SWT yang memberikan pertolongan, ketika dirinya, dan rekannya, Jupri, berniat untuk membeli mimbar Masjid Bemban, Desa Sejegi.
Masjid tersebut setelah ditinjau Gatot Plastik, cukup membuatnya terenyuh. Sama sekali jauh dari sempurna. Tidak ada mimbar, dan keramik lantai pun masih kurang di sana-sini.
Gatot dan Jupri lantas berniat menghimpun dana untuk pembelian mimbar dan keramik lantai masjid. Tapi bukan mengajukan proposal, melainkan dengan cara yang luar biasa.
Yakni, menawarkan penataan taman, dan sekaligus menjual bunga miliknya dan milik Jupri kepada para donatur.
Pada Jumat (24/6/2021) sore, Gatot dan Jupri mulai mengirimkan tawaran penataan taman dan penjualan bunga ke sejumlah grup-grup Whatsapp di Kota Mempawah.
“Upah kerja penataan taman dan hasil penjualan bunga ini lah yang akan kami gunakan untuk membayar pembuatan mimbar dan pembelian keramik lantai masjid,” jelasnya.
Datangnya Keajaiban Sedekah
Tawaran pekerjaan mulai datang dari seorang pejabat Pemkab Mempawah, berinisial Syarifah MNH, yang minta halaman rumahnya dibersihkan.
Untuk pekerjaan itu, Gatot, Jupri dan Tim Penataan Taman Mempawah mendapat upah Rp 200 ribu, plus Rp 100 ribu sebagai uang bonus.
Meski hasilnya belum seberapa, Gatot dan tim tetap bersyukur. Saat itu lah, Jupri melihat seorang anak perempuan yang tengah memulung.
Jupri yang merasa iba, kemudian memberi sedekah Rp 50 ribu dari hasil honor mereka membersihkan rumput rumah Syarifah MNH, kepada pemulung cilik itu.
Di sini lah, kisah keajaiban sedekah mulai dijalankan Allah SWT. Gatot dan Jupri yang awalnya pusing memikirkan cara untuk mencari tambahan pembelian mimbar masjid, tiba-tiba memperoleh anugerah besar.
Syarifah MNH kemudian meminta Gatot dan tim untuk memotong pohon Pandan Bali yang ada di halaman rumahnya.
Harga pohon Pandan Bali yang ukurannya sudah cukup tinggi itu, bisa dijual Rp 5 juta – Rp 6 Juta.
Saat itu lah, Gatot minta kepada Syarifah MNH untuk mengikhlaskan pohon itu agar dapat dijual untuk mimbar masjid.
“Alhamdulillah, ibu Syarifah MNH menyetujui dan telah mengikhlaskan. Di sini, kami merasa ada yang aneh dengan usaha kami untuk menghimpun dana. Mulai dipermudah oleh Allah SWT,” katanya.
Setelah mencabut pohon Pandan Bali itu, Gatot Plastik mulai menawarkan kepada seorang pengusaha muda Mempawah, berinisial WND.
Ia tak menyebut harga, namun kepada WND, Gatot mengatakan, pohon ini hendak dijual dengan harga semampu WND.
“Meski Pak WND mengatakan tidak memiliki tempat untuk menanam pohon itu, kami tak menyerah. Kami sudah ikhlaskan, dan jika tidak laku, kami akan terus berikhtiar,” kata Gatot Plastik.
Lalu kembali Allah SWT memberikan pertolongan. Tak sampai 15 menit usai menutup telepon, pengusaha berinisial WND, kembali menghubungi Gatot Plastik.
“Beliau (WND) menanyakan, pohon itu dijual untuk apa. Saya lantas jelaskan, untuk membeli mimbar masjid. Saat itu lah, keajaiban kembali datang. Pak WND langsung membelinya dengan nilai yang sama dengan harga mimbar, yakni 12 juta. Subhanallah, Maha Suci Allah!” ungkap Gatot lagi.
Usai telepon itu, Gatot, Jupri dan Tim Penataan Taman Mempawah berangkat ke kediaman WND untuk menanam pohon Pandan Bali itu. Uang pun langsung ditransfer.
Datang Lagi Pertolongan Allah SWT
Belum lama dari kisah pengusaha WND, lalu datang lagi pertolongan Allah SWT lewat seorang dokter spesialis kandungan di Mempawah.
Ia bersedia membeli bunga Gatot seharga Rp 2 juta untuk biaya pembelian mimbar.
“Kami benar-benar bersyukur dan menyambut gembira. Karena uang pembelian mimbar telah dibayar lunas oleh pengusaha WND, maka kelebihan dana dari pak Dokter ini akan kami belikan keramik untuk lantai masjid,” jelasnya.
Hingga saat ini, kisah keajaiban sedekah Rp 50 ribu kepada pemulung cilik itu, tak bisa dilupakan Gatot Plastik, Jupri dan timnya.
Dan Gatot Plastik Cs terus membuka donasi bagi seluruh masyarakat yang ingin berinfak untuk pembelian dan pemasangan keramik lantai masjid di Dusun Bemban, Desa Sejegi, Mempawah Timur.
“Semoga apa yang bapak dan ibu donasikan, mendapat pahala setimpal dari Allah SWT. Amiin,” pungkasnya.






