SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Pemkab Kubu Raya Benahi Pasar Bahagia, Bangunan Tambahan Diupayakan Dibangun 2027

Pemkab Kubu Raya Benahi Pasar Bahagia, Bangunan Tambahan Diupayakan Dibangun 2027

Bupati KKR Sujiwo saat meninjau langsung Pasar Bahagia, Jumat (25/9/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Diskominfo KKR

Kubu Raya (Suara Kalbar)  — Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya membenahi Pasar Bahagia di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan konsumen, sekaligus memperbaiki sejumlah fasilitas pasar yang dinilai belum optimal.

Komitmen tersebut disampaikan Sujiwo saat meninjau langsung Pasar Bahagia, Jumat (25/9/2026). Dalam kunjungan itu, ia berdialog dengan para pedagang sekaligus menindaklanjuti berbagai keluhan, mulai dari menurunnya jumlah pembeli, kondisi fasilitas pasar, gangguan listrik, hingga persoalan parkir.

Sujiwo menyebut salah satu faktor yang turut memengaruhi menurunnya kunjungan konsumen adalah kenaikan harga sejumlah bahan pokok, khususnya sayuran. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kemarau panjang yang membuat petani sayur lokal kesulitan memperoleh sumber air untuk mengairi tanaman.

“Timun yang biasanya Rp8.000 bisa sekarang sampai Rp28.000. Sawi yang biasanya Rp10.000 atau Rp11.000 menjadi Rp40.000. Ini karena faktor kemarau panjang. Petani sayur lokal kesulitan air untuk menyiram tanaman, sementara kalaupun ada air, sebagian kondisinya asin,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, kondisi tersebut diharapkan kembali normal ketika petani dapat kembali beraktivitas dan menanam dengan dukungan sarana dan prasarana, terutama ketersediaan sumber air yang layak.

Ia juga meminta para pedagang bersabar menghadapi kondisi tersebut sembari pemerintah terus berupaya mengatasi persoalan yang ada.

Di sisi lain, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang layak kepada pedagang, seiring adanya penerimaan retribusi dari aktivitas pasar.

Ia menyebut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Bahagia mencapai sekitar Rp350 juta per tahun.

“Retribusi itu kunci utamanya ketika kita bisa memberikan pelayanan, baru boleh kita menarik retribusi. Sekarang pelayanan sudah kita berikan, tetapi memang belum maksimal. Maka itu akan kita maksimalkan,” tegasnya.

Perbaikan Fasilitas Dilakukan Bertahap

Sejumlah perbaikan di Pasar Bahagia mulai dilakukan. Ketika terjadi kebocoran, pemerintah langsung mengganti bagian atap yang rusak.

Persoalan kelistrikan juga ditindaklanjuti dengan melibatkan pihak PLN. Pemerintah meminta penambahan daya agar kebutuhan listrik di kawasan pasar dapat terpenuhi.

Sujiwo memastikan pembenahan fasilitas pasar akan dilakukan secara bertahap. Pada Oktober 2026, pemerintah berencana mulai mengerjakan pembangunan kanopi, perbaikan halaman, serta akses jalan masuk menuju kawasan pasar.

“Uang retribusi itu nanti juga dikembalikan untuk perbaikan di sini, memperindah dan mempercantik pasar, serta membuat pasar ini nyaman. Itu makna daripada retribusi,” katanya.

Bangunan Tambahan Diupayakan Dibangun Tahun Depan

Selain fasilitas utama, Pemkab Kubu Raya memberikan perhatian terhadap bangunan tambahan di bagian belakang Pasar Bahagia.

Sujiwo menilai kondisi bangunan tersebut sudah tidak layak digunakan sebagai tempat berdagang. Sejumlah bagian, seperti jalan, meja, dan pelataran, mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh.

Pemkab Kubu Raya kini mengupayakan pembangunan kembali bangunan tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan dengan nilai anggaran sekitar Rp4 miliar.

“Kita akan bangun melalui dana alokasi khusus di Kementerian Perdagangan. Kurang lebih anggarannya Rp4 miliar. Ini sedang kita ikhtiarkan dan kita sudah mendapatkan respons dari pihak kementerian. Targetnya tahun depan,” ungkap Sujiwo.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mengawal usulan tersebut. Apabila dukungan pemerintah pusat belum dapat direalisasikan, Pemkab Kubu Raya akan mempertimbangkan penggunaan APBD untuk pembangunan bangunan pasar tersebut.

Menurut Sujiwo, Pasar Bahagia memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena aktivitas perdagangan dan jumlah pedagang yang tinggi. Karena itu, pembenahan pasar dinilai penting agar kegiatan jual beli berlangsung lebih nyaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Parkir Akan Ditata, Pedagang Tetap Diberdayakan

Persoalan lain yang menjadi perhatian Sujiwo adalah penataan parkir. Aktivitas di Pasar Bahagia bahkan telah dimulai sejak dini hari.

Pedagang mulai beraktivitas sekitar pukul 02.30 WIB, sedangkan konsumen mulai berdatangan sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. Aktivitas perdagangan kemudian berlangsung hingga menjelang siang.

Pada hari tertentu, terutama akhir pekan dan menjelang hari besar, jumlah kendaraan roda dua yang masuk ke kawasan pasar disebut dapat mencapai lebih dari 500 unit per hari.

Sujiwo mengatakan potensi tersebut harus dikelola secara tertib dengan tetap melibatkan masyarakat setempat yang selama ini beraktivitas dalam pengelolaan parkir.

“Ke depan akan kita tertibkan, tetapi tetap kita berdayakan. Bang Dian dan teman-teman tetap kita libatkan. Kita ingin menata semuanya, termasuk parkir,” katanya.

Selain parkir, Sujiwo meminta pedagang ikut menjaga ketertiban dengan tidak menggunakan ruang yang dapat mempersempit akses jalan di dalam kawasan pasar.

Penataan tersebut dinilai semakin penting seiring rencana pembangunan bangunan tambahan di bagian belakang pasar dan penataan kembali bangunan yang ada.

Sujiwo berharap seluruh pedagang dapat mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga akses di dalam pasar tetap luas, aktivitas perdagangan berjalan lancar, serta kawasan Pasar Bahagia menjadi lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi pedagang maupun konsumen.

“Ini bisa berhasil apabila para pedagang juga mau ikut aturan main. Kita ingin menata semuanya supaya pasar ini lebih nyaman dan representatif,” pungkasnya.

Penulis: Diskominfo KKR

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play