Kabut Asap Belum Reda, Polsek Sungai Kunyit Bagikan Masker dan Edukasi Masyarakat
Mempawah (Suara Kalbar) – Kepulan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti wilayah Kabupaten Mempawah mendorong jajaran Polsek Sungai Kunyit turun langsung melindungi masyarakat.
Senin (7/9/2026) sekitar pukul 08.15 WIB, personel Polsek Sungai Kunyit melaksanakan aksi pembagian masker kepada warga pengguna jalan di ruas Jalan Raya Sungai Kunyit, wilayah hukum Polsek Sungai Kunyit.
Pembagian masker menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian terhadap kesehatan masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Selain membagikan masker, personel Polsek Sungai Kunyit juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan kabut asap Karhutla bagi kesehatan.
Warga juga diimbau untuk selalu menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto melalui Kapolsek Sungai Kunyit Iptu Lodrick Taliak Hungan mengatakan, aksi pembagian masker merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Polri, khususnya Polsek Sungai Kunyit, terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat Karhutla. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Ia menegaskan, upaya menjaga kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pencegahan Karhutla.
Karena itu, masyarakat kembali diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi udara dan mengancam keselamatan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla. Semoga hujan segera turun sehingga kabut asap berakhir dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” katanya.
Polsek Sungai Kunyit berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak melakukan pembakaran lahan terus meningkat.
“Kolaborasi antara masyarakat dan seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk memutus ancaman Karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kehidupan kita,” imbuh Iptu Lodrick Taliak Hungan.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





