Polda Kalbar Manfaatkan Drone Thermal untuk Deteksi dan Penanganan Karhutla
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam upaya mendeteksi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Melalui Satgas Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas–2026”, Polda Kalbar memanfaatkan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang sulit terlihat secara kasatmata. Teknologi tersebut digunakan dalam penanganan Karhutla di Jalan Madusari, Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (6/9/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan Drone DJI Mavic 3 Thermal untuk melakukan pemantauan dari udara. Penggunaan drone thermal dipadukan dengan deteksi melalui aplikasi Lancang Kuning sehingga petugas dapat memetakan area terdampak sekaligus mengidentifikasi titik panas secara real-time.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan pemanfaatan drone thermal memberikan keunggulan taktis dalam mempercepat proses penanganan Karhutla.
“Penggunaan drone thermal memberikan keunggulan taktis yang sangat besar bagi kelancaran operasi. Sensor termalnya memiliki peran penting dalam mendeteksi bara api tersembunyi di bawah permukaan lahan,” ujar Bambang.
Menurutnya, informasi yang diperoleh dari pemantauan udara membantu personel di darat menentukan arah pergerakan menuju sumber panas dengan lebih cepat dan tepat.
“Dengan panduan teknologi udara ini, pergerakan personel darat menuju sumber panas menjadi jauh lebih cepat, presisi, dan pastinya lebih aman,” jelasnya.
Berbekal data visual dan panduan suhu dari drone, sebanyak 24 personel Ditsamapta Polda Kalbar dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi.
Proses pemadaman berlangsung sejak pukul 12.00 WIB hingga 22.23 WIB. Personel tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga melokalisasi area terbakar serta melakukan pendinginan secara menyeluruh guna mencegah munculnya kembali bara api dan merambatnya kebakaran ke wilayah sekitar, termasuk permukiman warga.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi Polda Kalbar dalam menghadapi karakteristik Karhutla yang tidak selalu mudah dideteksi dari permukaan. Bara api yang tersimpan di bawah permukaan lahan berpotensi kembali muncul apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
Sinergi antara pemantauan udara menggunakan drone thermal, aplikasi pendeteksi titik panas, dan pengerahan personel di lapangan dinilai mampu meningkatkan efektivitas operasi.
Hasilnya, lahan yang terbakar seluas sekitar 0,5 hektare di lokasi tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berdasarkan pemantauan setelah proses penanganan, status hotspot di area tersebut juga menurun menjadi kategori low.
Polda Kalbar memastikan pemanfaatan teknologi akan terus dioptimalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat deteksi dini, mempercepat respons, serta meningkatkan keselamatan personel dalam penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





