SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Hongqi Kembangkan Sunroof Tenaga Surya Perovskite untuk Mobil Listrik, Bisa Tambah Jarak Tempuh 80 Km per Hari

Hongqi Kembangkan Sunroof Tenaga Surya Perovskite untuk Mobil Listrik, Bisa Tambah Jarak Tempuh 80 Km per Hari

FAW Hongqi kembangkan prototipe sunroof berbasis perovskite PV pertama di dunia pada SUV Hongqi EHS7 yang hasilkan daya hingga 300W dan energi 400 kWh/tahun. (Carnewschina/DOK)

Suara Kalbar – Produsen otomotif asal China, FAW Hongqi, mencatatkan terobosan baru dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik. Hongqi mengembangkan prototipe atap sunroof berbasis teknologi perovskite photovoltaic (PV) yang diklaim menjadi yang pertama di dunia untuk diterapkan pada mobil listrik penumpang.

Teknologi tersebut dipasang pada SUV listrik Hongqi EHS7, yang di pasar domestik China dikenal dengan nama Hongqi Tiangong 08. Inovasi ini pun menarik perhatian karena menggabungkan fungsi atap kaca dengan kemampuan menghasilkan energi dari sinar matahari.

Penggunaan panel surya pada kendaraan sebenarnya bukan konsep baru. Teknologi tersebut telah dikembangkan sejak abad ke-20. Namun, penerapannya pada kendaraan produksi massal masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait efisiensi, bobot, biaya produksi, dan jumlah energi yang dapat dihasilkan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim riset dan pengembangan Hongqi menggunakan material perovskite sebagai alternatif panel surya berbasis silikon kristal. Material ini merupakan senyawa dengan struktur kristal tertentu yang memiliki potensi tinggi untuk aplikasi fotovoltaik.

Dikutip dari CarNewsChina, Jumat (28/8/2026), teknologi perovskite memiliki sejumlah keunggulan. Material tersebut relatif ringan, tipis, fleksibel, dapat dibuat dalam berbagai warna, serta berpotensi memiliki biaya produksi lebih rendah dibandingkan teknologi panel surya konvensional.

Namun, penerapan perovskite pada panoramic sunroof kendaraan bukan perkara mudah. Para insinyur Hongqi harus menghadapi tantangan karena material tersebut relatif sensitif terhadap air, oksigen, dan paparan radiasi ultraviolet (UV).

Setelah melalui proses pengembangan dan pengujian, prototipe sunroof PV pada Hongqi EHS7 menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Sistem tersebut mampu menghasilkan daya real-time hingga 300 watt ketika mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai.

Dalam satu tahun, sistem sunroof tersebut diproyeksikan dapat menghasilkan energi bersih hingga 400 kWh. Energi yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perangkat bertegangan rendah di dalam kendaraan.

Dengan sumber energi tambahan tersebut, perangkat seperti pendingin udara (AC), kulkas kabin, hingga sentry mode disebut dapat beroperasi tanpa harus terlalu banyak mengambil daya dari baterai utama kendaraan.

Hongqi tidak berhenti pada pengembangan panel surya di bagian atap. Perusahaan juga memiliki rencana untuk memperluas penggunaan teknologi perovskite PV ke bagian bodi kendaraan lainnya, termasuk kap mesin.

Jika pengembangan tersebut berhasil direalisasikan, Hongqi memperkirakan sebuah mobil listrik dapat menghasilkan energi hingga 10 kWh per hari dari sinar matahari. Energi tersebut diklaim berpotensi menambah jarak tempuh mobil listrik hingga 80 kilometer setiap hari.

Hongqi menyebut tambahan jarak tempuh tersebut dapat memenuhi lebih dari 85 persen kebutuhan mobilitas harian pengguna kendaraan pada umumnya. Dengan demikian, teknologi panel surya tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi tambahan, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan kendaraan terhadap pengisian baterai dari sumber listrik eksternal.

Pengembangan sunroof berbasis perovskite ini menjadi salah satu langkah FAW Hongqi dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan. Jika teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas pada kendaraan produksi massal, energi matahari berpotensi menjadi salah satu sumber tambahan untuk mendukung mobilitas kendaraan listrik di masa depan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play