SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Raisya Sarbina Turun Langsung Dukung Pejuang Karhutla Melawi, Logistik hingga Pengobatan Gratis Disiapkan

Raisya Sarbina Turun Langsung Dukung Pejuang Karhutla Melawi, Logistik hingga Pengobatan Gratis Disiapkan

Penyerahan bantuan masker dan lainnya kepada satgas dan relawan karhutla Melawi. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Melawi (Suara Kalbar) — Di tengah kepungan kabut asap dan perjuangan panjang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Melawi, kepedulian terhadap para petugas dan relawan terus digelorakan.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, turun langsung memberikan dukungan kepada mereka yang berada di garis depan penanganan karhutla.

Bersama TP PKK Melawi, PMI Kabupaten Melawi dan RSUD Kabupaten Melawi, Raisya memimpin penyaluran bantuan logistik, perlengkapan lapangan, masker hingga dukungan layanan kesehatan bagi satgas dan relawan.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Bundaran Monumen Tugu Juang Nanga Pinoh, Senin sore (31/8/2026). Secara simbolis, Raisya menyerahkan bantuan kepada petugas gabungan yang selama ini berjibaku menghadapi kobaran api di tengah kondisi cuaca panas dan kabut asap.

Bagi Raisya, perjuangan para petugas dan relawan tidak boleh hanya dilihat dari aktivitas pemadaman api. Kondisi fisik dan kesehatan mereka juga harus menjadi perhatian.

“Kolaborasi lintas lembaga ini kami arahkan untuk mendukung para Satgas dan relawan yang bertugas menangani karhutla. Mereka bekerja dalam kondisi yang cukup berat sehingga kebutuhan makanan, minuman, perlengkapan pelindung dan layanan kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Raisya.

Dukungan yang diberikan tidak berhenti pada logistik. RSUD Kabupaten Melawi turut menyiapkan perlengkapan lapangan bagi relawan berupa sepatu boot, suplemen vitamin dan masker KN95.

Yang tak kalah penting, RSUD Melawi juga membuka crisis center sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat karhutla dan kabut asap.

Raisya memastikan masyarakat yang terdampak karhutla mendapatkan akses pengobatan tanpa biaya.

“Dari RSUD Melawi, kita membuka crisis center. Semua korban terdampak karhutla akan mendapatkan pengobatan secara gratis. Khusus bagi relawan yang bertugas memadamkan api, kami juga memberikan layanan infus vitamin secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kondisi fisik mereka,” katanya.

Langkah tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para pejuang karhutla yang harus bekerja berjam-jam di lapangan dengan risiko terpapar asap, panas dan kelelahan fisik.

Melalui Pokja IV TP PKK Kabupaten Melawi, bantuan yang disiapkan antara lain 1.500 kaleng susu steril, 1.200 kotak sari kacang hijau, paket masker KF94 serta berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Sementara itu, ribuan masker juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Bundaran Tugu Juang Nanga Pinoh.

Pembagian masker ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan kabut asap yang saat ini menyelimuti sejumlah wilayah Melawi.

Raisya mengatakan, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Sejumlah unsur telah terlibat di lapangan, mulai dari BPBD, Polri, TNI, BSPBK, Satpol PP, Manggala Agni, KPH, PMI, Tagana, Dinas Kesehatan hingga masyarakat.

Menurutnya, seluruh unsur tersebut memiliki peran penting dalam menghadapi bencana karhutla.

Raisya memberikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan dan relawan yang tetap bertahan melakukan pemadaman meski kondisi di lapangan tidak mudah.

Ia menilai, para personel yang terlibat bukan hanya membutuhkan peralatan untuk memadamkan api, tetapi juga dukungan moral, makanan, minuman, perlindungan diri dan pelayanan kesehatan.

“Dedikasi mereka perlu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Sebab, kata Raisya, dampak karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Kabut asap juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas sehari-hari.

Apa yang dilakukan Raisya bersama TP PKK, PMI dan RSUD Melawi menjadi pesan bahwa di balik perjuangan memadamkan api, ada manusia-manusia yang juga harus dijaga.

“Mereka memadamkan api untuk menyelamatkan masyarakat. Kini, masyarakat dan seluruh elemen daerah harus ikut menjaga mereka, ” Ajaknya.

Penulis: Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play