SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Diduga Akibat Kelalaian Promotor, Tiga Band Metal Indonesia Alami Kendala Saat Tur Eropa

Diduga Akibat Kelalaian Promotor, Tiga Band Metal Indonesia Alami Kendala Saat Tur Eropa

DeadSquad termasuk salah satu grup ben metal Indonesia yang terlantar di Irlandia, selain Jasad, dan Death Vomit. (Instagram @deadsquad.official)

Suara Kalbar – Tiga band metal Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, mengungkap kendala serius yang mereka hadapi saat menjalani rangkaian tur Eropa. Permasalahan tersebut menyebabkan sejumlah jadwal pertunjukan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, terpaksa dibatalkan.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial pada Senin (17/8/2026), ketiga grup musik itu menjelaskan bahwa masalah terjadi dalam pelaksanaan tur yang ditangani oleh Diablo Productions.

Mereka menyebut berbagai aspek penting yang sebelumnya telah disepakati tidak berjalan sebagaimana mestinya, mulai dari ketersediaan venue, transportasi, akomodasi, hingga komunikasi dengan pihak promotor.

“Kami ingin mengonfirmasi bahwa tur kami bersama Diablo Productions mengalami masalah serius yang mengakibatkan batalnya pertunjukan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris,” tulis pernyataan resmi yang dibagikan ketiga band tersebut.

Salah satu persoalan paling krusial terjadi pada jadwal pertunjukan di London. Menurut keterangan mereka, pihak venue justru menghubungi band secara langsung melalui Instagram dan menyampaikan bahwa tidak pernah ada pemesanan resmi dari promotor terkait penggunaan lokasi tersebut.

Pihak venue juga mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi Diablo Productions melalui surat elektronik maupun telepon untuk meminta kepastian, namun tidak memperoleh respons.

Masalah tidak berhenti di situ. Setelah tampil di Lost Lane, Dublin, ketiga band mengaku kembali menghadapi kendala karena promotor disebut gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang diperlukan untuk melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya.

Situasi tersebut membuat DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit tidak dapat melaksanakan agenda konser yang telah dijadwalkan di Cork dan London.

Mereka menegaskan telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara internal dan tetap bersikap kooperatif sepanjang proses berlangsung. Namun, berbagai kendala yang muncul dinilai mencerminkan lemahnya persiapan, koordinasi, komunikasi, dan profesionalisme dari pihak penyelenggara.

Akibat kondisi tersebut, ketiga band merasa mengalami kerugian sekaligus kekecewaan karena sejumlah komitmen yang telah disepakati sebelumnya tidak dipenuhi.

Pernyataan tersebut sengaja disampaikan kepada publik sebagai bentuk keterbukaan sekaligus peringatan bagi pelaku industri musik, khususnya komunitas musik ekstrem, agar lebih berhati-hati dalam menjalin kerja sama penyelenggaraan tur internasional.

Meski menghadapi berbagai hambatan, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit memastikan tur Eropa mereka tidak akan berhenti di tengah jalan. Mereka tetap berkomitmen menyelesaikan rangkaian pertunjukan yang tersisa.

Tur dijadwalkan kembali berlanjut mulai 20 Agustus 2026 di Eindhoven, Belanda, sebelum berlanjut ke sejumlah kota lainnya di Eropa.

Untuk pelaksanaan agenda berikutnya, ketiga band akan bekerja sama dengan DF Bookings, promotor musik ekstrem yang telah lama dikenal dan dipercaya oleh mereka.

Menurut pernyataan tersebut, semangat untuk melanjutkan tur tetap lebih besar dibandingkan kekecewaan yang mereka alami selama beberapa hari terakhir.

“Besar kekecewaan yang kami rasakan, tetapi lebih besar semangat kami untuk tetap menuntaskan European Tour ini,” tulis mereka.

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play