Apple Uji DRAM Buatan China untuk iPhone dan MacBook, Harga iPhone 18 Berpotensi Naik
Suara Kalbar – Apple dilaporkan mulai menguji dynamic random access memory (DRAM) buatan perusahaan China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), untuk digunakan pada sejumlah perangkat, termasuk iPhone dan MacBook.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kebutuhan Apple untuk mendapatkan pasokan memori yang lebih besar. Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Senin (10/8/2026), Apple juga telah melakukan pembicaraan awal dengan CXMT untuk memasok memori bagi sejumlah perangkat yang dijual di China.
Kabar tersebut muncul ketika industri teknologi tengah menghadapi kelangkaan DRAM. Kondisi ini bahkan disebut berpotensi memengaruhi produksi cip A20 Pro yang diperkirakan digunakan pada iPhone 18 Pro.
Apple sebelumnya telah mendekati CXMT untuk menjadi salah satu pemasok tambahan DRAM. Namun, upaya perusahaan untuk memperoleh harga yang lebih murah disebut belum berjalan sesuai harapan.
CXMT Tak Tawarkan Harga Lebih Murah
CXMT dilaporkan menawarkan harga yang setara atau bahkan lebih tinggi dibandingkan Samsung dan SK Hynix.
Di sisi lain, Huawei, Xiaomi, dan sejumlah perusahaan teknologi China lainnya disebut telah mengamankan sebagian besar kapasitas produksi CXMT melalui kontrak jangka panjang.
Kondisi tersebut membuat CXMT memiliki ruang yang lebih terbatas untuk memberikan potongan harga, terutama jika dibandingkan dengan posisi tawar yang biasanya dimiliki Apple terhadap pemasok komponennya.
Penggunaan DRAM buatan CXMT juga berpotensi menghadapi hambatan dari pemerintah Amerika Serikat.
Apple disebut sedang meminta dukungan pemerintah AS sebelum menggunakan memori buatan perusahaan China tersebut pada perangkat yang akan dijual di pasar China.
Jika mendapatkan persetujuan, penggunaan DRAM dari CXMT dapat menjadi salah satu alternatif bagi Apple untuk memperluas sumber pasokan memori di tengah kondisi pasar yang semakin ketat.
Harga iPhone Berpotensi Naik
Di tengah meningkatnya harga berbagai komponen, Apple sebelumnya telah menaikkan harga sejumlah produk Mac dan iPad setelah selama berbulan-bulan menanggung kenaikan biaya produksi.
Sementara itu, harga iPhone sejauh ini belum mengalami kenaikan serupa. Namun, kondisi tersebut berpotensi berubah ketika Apple memperkenalkan lini iPhone generasi berikutnya.
Sejumlah analis memperkirakan harga iPhone 18 Pro Max dapat meningkat sekitar US$200 hingga US$300. Kenaikan harga juga diperkirakan dapat terjadi pada iPhone 18 Pro.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga tersebut adalah meningkatnya biaya komponen, termasuk memori dan cip yang digunakan pada perangkat.
Di sisi lain, langkah Apple menguji DRAM dari pemasok baru menunjukkan perusahaan tengah berupaya mencari alternatif untuk memastikan ketersediaan komponen di tengah ketatnya pasokan global.
Jika pengujian tersebut berhasil dan memperoleh persetujuan yang diperlukan, CXMT berpotensi menjadi salah satu sumber tambahan pasokan memori Apple, meski penggunaannya kemungkinan masih terbatas pada perangkat tertentu dan pasar tertentu.
Sumber: Beritasatu.com





