SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Teknologi AI pada AC Midea Diklaim Pangkas Konsumsi Listrik hingga 30 Persen

Teknologi AI pada AC Midea Diklaim Pangkas Konsumsi Listrik hingga 30 Persen

Kehadiran teknologi AI pada AC kini menjadi solusi efisien untuk memangkas konsumsi listrik rumah tangga hingga 30 persen tanpa mengurangi kesejukan. (Midea Indonesia/DOK)

Jakarta (Suara Kalbar) – Penggunaan pendingin udara secara terus-menerus dapat meningkatkan konsumsi listrik rumah tangga. Kondisi tersebut mendorong produsen perangkat elektronik mengembangkan teknologi yang dapat mengatur penggunaan energi tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.

Salah satunya dilakukan Midea melalui AC Celest Inverter yang dibekali teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Ecomaster. Fitur tersebut dirancang untuk mengatur suhu ruangan secara lebih presisi sekaligus membantu mengoptimalkan penggunaan listrik.

Sistem AI Ecomaster mampu melakukan pengaturan suhu dengan tingkat ketelitian hingga 0,3 derajat Celsius. Pengaturan tersebut ditujukan untuk menjaga kestabilan suhu sekaligus mencegah kompresor bekerja lebih berat dari kebutuhan.

Midea mengklaim penggunaan teknologi tersebut dapat mengurangi konsumsi listrik hingga 30 persen dibandingkan mode pendinginan standar. Besaran penghematan tersebut tetap bergantung pada kondisi penggunaan dan pengaturan perangkat.

Head of Product Management Midea Electronics Indonesia, Hendry Wijaya, mengatakan pengembangan Celest ditujukan untuk menghadirkan teknologi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh konsumen.

“Bagi Midea, teknologi yang baik adalah teknologi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh konsumen. Melalui Celest, kami menghadirkan AC dengan teknologi AI yang membantu menciptakan kenyamanan secara lebih efisien, sekaligus memberikan ketahanan dan kemudahan perawatan,” kata Hendry melalui keterangan resmi, Rabu (23/9/2026).

Selain pengaturan suhu berbasis AI, AC tersebut dilengkapi fitur CoolFlash yang dirancang untuk mempercepat proses pendinginan ruangan. Teknologi tersebut diklaim mampu menurunkan suhu dalam waktu singkat meskipun suhu lingkungan luar mencapai 55 derajat Celsius.

Kemampuan pendinginan cepat tersebut ditujukan agar kompresor tidak perlu bekerja pada beban tinggi dalam waktu terlalu lama untuk mencapai suhu yang diinginkan pengguna.

Midea Celest Inverter juga diproduksi di Indonesia dan tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas. Produk tersebut ditawarkan mulai dari kapasitas 0,5 PK hingga 2,5 PK.

Pilihan kapasitas tersebut memungkinkan konsumen menyesuaikan perangkat dengan ukuran ruangan dan kebutuhan pendinginan. Penyesuaian kapasitas juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan konsumsi listrik sebuah AC.

Product Manager Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia, Windi Ario Wicaksono, mengatakan pengembangan Celest mempertimbangkan sejumlah kebutuhan pengguna, mulai dari kecepatan pendinginan hingga kemudahan perawatan.

“Celest kami kembangkan dengan melihat kebutuhan konsumen dari berbagai sisi, mulai dari bagaimana AC dapat mendinginkan ruangan dengan cepat, menggunakan listrik secara efisien, memiliki perlindungan yang baik, hingga mudah dirawat,” ujar Windi.

Dengan menggabungkan teknologi inverter, pengaturan suhu berbasis AI, serta fitur pendinginan cepat, Midea menempatkan Celest sebagai salah satu produk pendingin ruangan yang menyasar kebutuhan efisiensi energi rumah tangga.

Meski demikian, konsumsi listrik aktual tetap dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kapasitas AC, luas ruangan, suhu yang ditetapkan, durasi penggunaan, kondisi ruangan, serta karakteristik instalasi.

Karena itu, klaim penghematan hingga 30 persen tidak serta-merta berarti seluruh pengguna akan memperoleh tingkat penghematan yang sama. Efisiensi perlu dilihat berdasarkan kondisi dan pola penggunaan masing-masing rumah tangga.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play