SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Lawan Hoaks di Era AI, Jurnalis dan Penggiat Medsos Mempawah Satukan Langkah Bangun Ruang Digital Sehat

Lawan Hoaks di Era AI, Jurnalis dan Penggiat Medsos Mempawah Satukan Langkah Bangun Ruang Digital Sehat

Diskusi Penggiat Media Sosial dan Jurnalis Anti Hoaks di Kafe Waroeng Kampoeng (WK) Baru, Jalan Raden Kusno, Mempawah, Rabu (29/7/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Kelompok Kerja Penggiat Media Sosial dan Jurnalis Mempawah menggelar Diskusi Penggiat Media Sosial dan Jurnalis Anti Hoaks di Kafe Waroeng Kampoeng (WK) Baru, Jalan Raden Kusno, Mempawah, Rabu (29/7/2026).

Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi penyebaran informasi palsu yang semakin kompleks di era kecerdasan buatan (AI).

Mengusung tema “Membangun Literasi Digital dan Kolaborasi Penggiat Media Sosial, serta Jurnalis dalam Melawan Hoaks”, kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni perwakilan Diskominfo Kabupaten Mempawah Suma Zamiasva, pemerhati media sosial Susanto, serta Banit Unit II Tipidter Satreskrim Polres Mempawah Rizki Dwi Ikhwani.

Dalam paparannya, Suma Zamiasva menegaskan bahwa tantangan insan media saat ini tidak lagi sekadar menghasilkan berita yang cepat dan menarik perhatian publik.

Menurutnya, akurasi serta proses verifikasi menjadi kunci utama agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mengingatkan agar jurnalis maupun penggiat media sosial tidak menjadikan kecepatan penyebaran informasi dan viralitas sebagai tujuan utama, melainkan tetap mengutamakan validasi fakta sebelum dipublikasikan.

Sementara itu, pemerhati media sosial Susanto menilai upaya memerangi hoaks tidak bisa dilakukan hanya dengan membatasi penggunaan media sosial.

Langkah yang lebih efektif adalah memperbanyak konten positif, edukatif, dan bermanfaat sehingga ruang digital dipenuhi informasi yang berkualitas.

Menurutnya, algoritma media sosial akan menampilkan konten sesuai kebiasaan pengguna. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan wajah ruang digital melalui konten yang mereka konsumsi maupun bagikan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara jurnalis dan penggiat media sosial. Jurnalis memiliki kekuatan dalam proses verifikasi informasi, sedangkan penggiat media sosial mampu menjangkau publik secara luas dalam waktu singkat.

Kolaborasi keduanya dinilai mampu menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan mendidik.

Perkembangan teknologi AI turut menjadi sorotan dalam diskusi. Kemunculan teknologi seperti deepfake dinilai semakin mempersulit masyarakat membedakan informasi asli dan hasil manipulasi.

Karena itu, peserta diajak membiasakan diri melakukan pemeriksaan sumber, validasi, serta cross-check sebelum mempercayai ataupun menyebarkan sebuah konten.

Dari sisi penegakan hukum, Rizki Dwi Ikhwani mengingatkan bahwa hoaks bukan sekadar persoalan kesalahan informasi, tetapi dapat berkembang menjadi ancaman terhadap ketertiban masyarakat apabila memicu kepanikan publik.

Ia meminta para penggiat media sosial menerapkan prinsip check and balance sebelum membagikan informasi, sehingga tidak sekadar meneruskan unggahan tanpa mengetahui asal-usul maupun kebenarannya.

Rizki juga menjelaskan bahwa penyebaran hoaks dapat memiliki konsekuensi hukum sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bergantung pada unsur pelanggaran dan dampak yang ditimbulkan.

Namun demikian, pendekatan edukatif tetap menjadi langkah awal terhadap pelanggaran yang bersifat ringan.

Di akhir diskusi, ia mendorong terbangunnya sinergi berkelanjutan antara kepolisian, jurnalis, dan penggiat media sosial sebagai garda terdepan dalam menyaring informasi sebelum beredar luas di tengah masyarakat.

Kegiatan turut didukung PT Borneo Alumina Indonesia, Warkop Goncang Lidah, Owner Waroeng Kampoeng (WK) Baru, Polres Mempawah, Kodim 1201 Mempawah, PT Energi Unggul Persada, dan lainnya.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play