Jarak Pandang di Laut Makin Pendek karena Kabut Asap, Ini Imbauan Kapolres Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya membuat aktivitas warga di daratan terganggu.
Di perairan Kabupaten Mempawah, pekatnya asap mulai memangkas jarak pandang dan meningkatkan risiko bagi nelayan maupun pengguna transportasi air.
Kondisi tersebut membuat Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto turun langsung ke kawasan perairan untuk memastikan situasi di lapangan.
Jumat (11/9/2026), Kapolres mendatangi Pos Pol Airud Jongkat yang berada di wilayah hukum Polsek Jongkat.
Didampingi Kasat Polair Polres Mempawah Iptu Suyadi, ia memantau langsung kondisi jalur perairan Sungai Kapuas hingga kawasan laut Mempawah yang terdampak kabut asap.
Dari pemantauan tersebut, kondisi jarak pandang terlihat terbatas akibat kepungan asap yang cukup pekat.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena jalur tersebut masih digunakan nelayan maupun kapal-kapal yang melakukan aktivitas pelayaran.
Dalam kondisi jarak pandang rendah, risiko kecelakaan di perairan dapat meningkat, terutama ketika pengguna transportasi air tetap memaksakan aktivitas.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto meminta para nelayan dan nahkoda kapal tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Kami mengimbau kepada seluruh nahkoda kapal dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi kabut asap cukup pekat dan jarak pandang terbatas, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Menurut Kapolres, aktivitas di perairan tidak boleh dipaksakan apabila kondisi jarak pandang sudah dinilai membahayakan.
“Jangan sampai karena ingin mengejar aktivitas, keselamatan justru diabaikan. Kami minta para nelayan dan nahkoda memperhatikan kondisi cuaca serta jarak pandang sebelum beraktivitas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, Kapolres menginstruksikan jajaran Satuan Polairud Polres Mempawah meningkatkan pemantauan di jalur-jalur perairan yang terdampak kabut asap.
Personel juga diminta aktif memberikan imbauan kepada para nelayan dan nahkoda agar meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di Sungai Kapuas maupun perairan laut Mempawah.
Tak hanya keselamatan masyarakat, Ade Chandra juga memberikan perhatian terhadap keselamatan personel Polairud yang bertugas melakukan patroli.
Ia meminta setiap personel memperhitungkan kondisi jarak pandang dan situasi perairan sebelum maupun selama menjalankan tugas.
“Personel juga harus menjaga keselamatan diri dalam menjalankan tugas. Tetap berhati-hati dan laksanakan patroli dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.
Menurutnya, patroli di tengah kepungan kabut asap membutuhkan kewaspadaan ekstra. Polisi harus tetap hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat, namun pelaksanaan tugas tidak boleh mengesampingkan keselamatan personel.
Pemantauan langsung Kapolres ini menjadi penegasan bahwa dampak karhutla di Mempawah bukan hanya persoalan kualitas udara di daratan.
Ketika asap mulai menutup pandangan di atas perairan, keselamatan nelayan dan pelaku pelayaran pun ikut berada dalam ancaman.
Karena itu, kepolisian memastikan pengawasan di jalur Sungai Kapuas dan perairan laut Mempawah terus diperkuat selama kondisi kabut asap masih mengganggu jarak pandang.
Penulis: Prianta
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





