SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Rumor OnePlus Bakal Melebur ke Oppo, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rumor OnePlus Bakal Melebur ke Oppo, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

OnePlus 15. (Dok OnePlus/Istimewa)

Suara Kalbar – Isu mengenai masa depan OnePlus kembali menjadi perhatian publik. Produsen smartphone Android tersebut dikabarkan berpotensi kehilangan statusnya sebagai merek independen dan diintegrasikan ke dalam lini produk Oppo.

Spekulasi itu mencuat setelah terjadi perubahan struktur kepemimpinan di India, salah satu pasar terbesar sekaligus paling strategis bagi OnePlus.

Perubahan bermula dari keputusan CEO Realme, Michael Guo, yang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan. Sebelumnya, Guo diketahui juga ikut mengawasi operasional harian OnePlus India secara informal.

Dalam keterangannya kepada Moneycontrol yang dikutip Phone Arena, Realme menyampaikan apresiasi atas kontribusi Michael Guo selama memimpin perusahaan, khususnya dalam memperkuat bisnis di pasar India.

Seusai pengunduran diri tersebut, posisi pengelolaan operasional Realme India kini dipercayakan kepada Chase Xu yang menjabat sebagai Vice President Realme.

Meski demikian, pergantian kepemimpinan ini justru memunculkan spekulasi baru. Sejumlah laporan menyebut Oppo tengah melakukan restrukturisasi internal yang akan menyatukan pengelolaan Realme dan OnePlus dalam satu struktur bisnis yang lebih terpusat.

OnePlus Berpotensi Menjadi Seri Produk Oppo

Apabila rumor tersebut benar, OnePlus diperkirakan tidak akan menghilang dari pasar. Namun, posisinya berubah menjadi salah satu lini produk di bawah merek Oppo, bukan lagi beroperasi sebagai brand yang berdiri sendiri.

Hal serupa disebut-sebut juga akan dialami Realme. Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas Realme di pasar domestik China dilaporkan mulai berkurang, sehingga memunculkan dugaan adanya perubahan strategi bisnis dari grup OPlus.

Indikasi Restrukturisasi Mulai Terlihat

Sinyal restrukturisasi sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun. OnePlus India diketahui menutup sejumlah toko fisiknya dan mengalihkan fokus penjualan ke kanal daring.

Saat ini, aktivitas bisnis OnePlus juga lebih terkonsentrasi di China dan India. Meski masih memiliki situs resmi di kawasan Eropa serta produknya tetap dipasarkan di sejumlah negara, skala operasionalnya dinilai tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah bisnis OnePlus ke depan, mulai dari kemungkinan penggabungan dengan Oppo hingga kabar penghentian operasional di sejumlah wilayah seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Bahkan sempat beredar rumor yang menyebut OnePlus akan menghentikan seluruh aktivitas bisnisnya mulai 2026. Namun, hingga kini informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi.

OnePlus 16 Masih Dinanti

Di tengah isu restrukturisasi, OnePlus tetap dikabarkan sedang mempersiapkan smartphone flagship terbarunya, OnePlus 16, yang diprediksi meluncur pada akhir tahun ini.

Sejumlah pengamat menilai, apabila integrasi dengan Oppo benar-benar terjadi, OnePlus 16 berpotensi menjadi salah satu perangkat terakhir yang masih hadir dengan identitas OnePlus sebagai merek yang relatif mandiri.

Perjalanan OnePlus Setelah Bergabung dengan OPlus

OnePlus didirikan pada 2014 dan sempat dikenal sebagai produsen smartphone “flagship killer” berkat kombinasi spesifikasi tinggi dengan harga yang kompetitif.

Namun, citra tersebut mulai berubah setelah pendirinya, Carl Pei, meninggalkan perusahaan. Sejak berada dalam grup OPlus bersama Oppo dan Realme, berbagai perangkat OnePlus dinilai semakin memiliki kemiripan dengan produk Oppo, baik dari sisi desain, perangkat lunak, maupun spesifikasi.

Sejumlah model bahkan dianggap sebagai versi modifikasi dari smartphone flagship Oppo yang telah lebih dulu dipasarkan.

Meski begitu, OnePlus masih memiliki komunitas pengguna yang loyal, terutama di India dan China. Hingga kini, baik OnePlus maupun Oppo belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor integrasi penuh kedua merek tersebut.

Meski belum ada kepastian, berbagai perubahan organisasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat spekulasi mengenai masa depan OnePlus terus menjadi perhatian para pengamat industri teknologi global.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play