Diiringi Drum Band, Tasyakuran Khatamul Qur’an SD Negeri 14 Sungai Kunyit Tahun ini Meriah
Mempawah (Suara Kalbar) – SD Negeri 14 Sungai Kunyit menggelar kegiatan Tasyakuran Khatamul Qur’an dan Kelulusan Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 di halaman sekolah, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan siswa sekaligus keberhasilan beberapa siswa menuntaskan pembacaan Al-Qur’an (khatam).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai arak-arakan siswa yang telah khatam Al-Qur’an. Pawai diiringi oleh Drum Band SMA Negeri 1 Sungai Kunyit dan menempuh rute di sekitar lingkungan sekolah.
Sebanyak lima siswa yang mengikuti prosesi khataman tampil mengenakan pakaian adat Melayu Telok Belanga berwarna putih, dipadukan dengan kain songket setengah tiang dan tanjak Melayu.
Kelima siswa tersebut adalah Muhammad Afiq Halim, Mufid Al Faqih, Muhammad Fatir Zen, Dinata, dan Muhammad Zaldan Riansyah.
Arak-arakan turut diikuti oleh orang tua siswa kelas VI, dewan guru, serta siswa-siswi SD Negeri 14 Sungai Kunyit.
Setelah rombongan tiba di sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Khatamul Qur’an.
Acara kemudian berlanjut dengan penyampaian kesan dan pesan, sambutan dari berbagai pihak, serta prosesi kelulusan siswa kelas VI.
Turut hadir, Camat Sungai Kunyit, Feri Rahmadhani; Plt. Kasi SD dan PKLK Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Ilhamdi; Kasi Pemerintahan Desa Sungai Bundung Laut, Abdul Syukur.
Hadir pula, Pengawas Dikdas SD, RR Eka Ratnawati; Ketua PC PGRI Kecamatan Sungai Kunyit, Teti Aryani; para pensiunan guru SD Negeri 14 Sungai Kunyit; guru ngaji; tokoh masyarakat; serta orang tua siswa kelas VI.
Mewakili siswa kelas VI, Mufid Al Faqih menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik dan membimbing mereka selama enam tahun.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan selama menempuh pendidikan di sekolah serta mengajak teman-temannya untuk terus belajar demi meraih cita-cita.
Suasana haru tampak saat guru kelas VI, Sri Izzawati, menyampaikan sambutan. Dengan penuh rasa bangga, ia mengungkapkan kebahagiaannya karena seluruh siswa berhasil lulus dengan hasil yang baik.
Ia berpesan agar para siswa senantiasa menjaga salat, terus membaca dan mempelajari Al-Qur’an meskipun telah khatam, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mendidik terdapat kekhilafan.
Perwakilan orang tua siswa kelas VI, Nurnaima, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak selama enam tahun.
Ia juga memohon maaf apabila perilaku anak-anak selama bersekolah pernah menimbulkan kesulitan atau ketidaknyamanan bagi para guru.
Kepala SD Negeri 14 Sungai Kunyit, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja diberi nama tasyakuran, bukan perpisahan.
Menurutnya, istilah tasyakuran lebih mencerminkan rasa syukur atas capaian siswa sekaligus harapan agar hubungan silaturahmi antara sekolah, siswa, dan orang tua tetap terjalin meskipun para siswa telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.
Dalam sambutannya, Fathur Rahman menyampaikan bahwa tingkat kelulusan siswa kelas VI tahun ini mencapai 100 persen. Sebanyak sembilan siswa dinyatakan lulus, terdiri atas tujuh siswa laki-laki dan dua siswa perempuan. Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan rata-rata nilai asesmen sumatif dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, salah satu siswa atas nama Dinata berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dalam Asesmen Sumatif Akhir Jenjang.
Kepala sekolah berharap seluruh lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tidak berhenti hanya sampai tingkat sekolah dasar.
Fathur Rahman mengungkapkan, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak.
“Ucapan terima kasih disampaikan kepada para donatur dan sponsor, antara lain Bank Kalbar Cabang Mempawah, PT Borneo Alumina Indonesia, BAZNAS Kabupaten Mempawah, SPPG Sungai Bundung Laut, dan CV Pustaka Tiga Mandiri Pontianak. Selain itu sekolah juga menggandeng media partner yaitu SUARAKALBAR.CO.ID dan Armada Studio,” pungkasnya.
Camat Sungai Kunyit, Feri Rahmadhani, mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah lulus. Ia berpesan agar para siswa senantiasa menjaga adab kepada orang tua, guru, dan sesama.
Ia juga berharap kegiatan keagamaan seperti Khatamul Qur’an dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Desa Sungai Bundung Laut untuk berprestasi hingga tingkat kabupaten bahkan nasional, termasuk dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Sementara itu, Plt. Kasi SD dan PKLK Disdikporapar Kabupaten Mempawah, Ilhamdi, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, konsep tasyakuran yang dipadukan dengan Khatamul Qur’an merupakan inovasi positif yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menyelenggarakan acara kelulusan yang bermakna dan bernilai edukatif.
“Kebanyakan sekolah melaksanakan perpisahan dengan hiburan atau pentas seni. Namun SD Negeri 14 Sungai Kunyit menghadirkan konsep yang berbeda melalui kegiatan tasyakuran dan Khatamul Qur’an. Ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar senantiasa mengutamakan adab sebelum ilmu sehingga tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah.
Dalam prosesi kelulusan, para siswa menerima medali, plakat, dan map kelulusan. Sekolah juga memberikan berbagai penghargaan kepada siswa berprestasi. Siswa yang telah khatam Al-Qur’an menerima selempang kelulusan, plakat khataman, dan piagam penghargaan.
Penghargaan nilai rata-rata terbaik diberikan kepada Muhammad Afiq Halim berupa selempang lulusan terbaik dan piagam penghargaan.
Sementara itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada Dinata atas capaian nilai sempurna pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Kegiatan ditutup dengan sesi salam-salaman antara siswa dan dewan guru yang berlangsung penuh haru, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh tamu undangan, guru, orang tua, dan siswa sebagai kenang-kenangan atas momen bersejarah tersebut.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






