SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Lestarikan Warisan Budaya, Dekranasda Apresiasi Ragam Wastra Khas Kalbar

Lestarikan Warisan Budaya, Dekranasda Apresiasi Ragam Wastra Khas Kalbar

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, memberikan apresiasi kepada para peserta Lenggang Wastra Kalbar Berdaya

Pontianak (Suara Kalbar) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, memberikan apresiasi kepada para peserta Lenggang Wastra Kalbar Berdaya yang digelar dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Senin malam (2/6/2026).

Ajang tersebut menjadi wadah ekspresi kreativitas sekaligus sarana promosi kekayaan budaya daerah melalui ragam wastra khas Kalimantan Barat. Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa kain tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga mampu hadir dalam balutan desain yang modern, elegan, dan relevan dengan perkembangan tren masa kini.

Dalam kesempatan itu, Erlina menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme serta inovasi yang ditampilkan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Menurutnya, Lenggang Wastra Kalbar Berdaya bukan sekadar kompetisi peragaan busana, melainkan bagian dari upaya nyata menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

“Wastra adalah identitas budaya yang menyimpan nilai seni, filosofi, dan kekayaan lokal yang luar biasa. Melalui ajang ini, para peserta telah menunjukkan bahwa kain tradisional dapat hadir sebagai karya yang anggun, modern, dan memiliki daya saing,” ujar Erlina saat menyerahkan apresiasi kepada para peserta yang meraih predikat Best Performance.

Ia menegaskan, penguatan ekosistem wastra daerah tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi para perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan busana berbasis wastra akan membuka peluang yang lebih besar bagi perajin lokal. Ini menjadi momentum untuk memperkuat produksi, kualitas, dan pemasaran kain tenun, batik, maupun songket khas daerah,” jelasnya.

Erlina juga berpesan agar prestasi yang diraih para pemenang tidak berhenti pada penghargaan semata, melainkan menjadi motivasi untuk terus berinovasi serta memperluas pengenalan wastra Kalimantan Barat kepada masyarakat luas.

“Prestasi ini adalah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan wastra daerah tidak hanya melenggang di atas panggung, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan pilihan busana masyarakat sehari-hari,” katanya.

Persaingan yang berlangsung ketat dan penuh kreativitas pada ajang Lenggang Wastra Kalbar 2026 menampilkan berbagai karya unggulan dari seluruh daerah di Kalimantan Barat. Pada akhir penilaian, Wastra Motif Ruwe Sangkabangk berhasil mengantarkan Kabupaten Bengkayang meraih posisi Best Performance I dengan perolehan nilai 14,5 persen.

Posisi kedua diraih Kabupaten Ketapang dengan nilai 14,3 persen melalui penampilan Batik Motif Sulur Bunga Pesisir Gemilang. Sementara Kabupaten Sambas menempati posisi ketiga dengan nilai 13,9 persen melalui pesona Kain Lunggi dan Kain Cual yang berhasil memikat perhatian dewan juri dan para tamu yang hadir.

Melalui ajang tersebut, Dekranasda Kalimantan Barat berharap semangat pelestarian dan pengembangan wastra daerah terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, produk budaya khas Kalimantan Barat diharapkan semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan Lenggang Wastra Kalbar Berdaya menjadi bukti bahwa warisan budaya daerah memiliki potensi besar untuk terus berkembang, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin dan pelaku UMKM di Kalimantan Barat.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play