SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Relawan Aku Belajar Terus Berjuang Hadirkan Akses Pendidikan bagi Anak-anak

Relawan Aku Belajar Terus Berjuang Hadirkan Akses Pendidikan bagi Anak-anak

Penampilan drama musikal “Detektif Cilik Dadakan” yang diadakan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Minggu (31/05/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/Meriy

Pontianak (Suara Kalbar) – Relawan NPO Aku Belajar angkatan ke-13 sukses menggelar Drama musikal bertajuk “Detektif Cilik Dadakan” yang diadakan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Minggu (31/5/2026).

Pementasan ini merupakan salah satu program tahunan Charity Day untuk menjadi wadah kolaborasi untuk menggaet dukungan untuk anak-anak wilayah marginal sekaligus menjadi wadah pengembangan relawan muda di Kalbar.

Ketua Panitia Charity Day 2026, Afifa Ardelia, mengatakan mengatakan pergelaran detektif cilik ini mengangkat cerita tentang lima orang anak yang berusaha mengungkap misteri sosok yang mereka kira hantu di dalam hutan.

“Awalnya ada lima sekawan yang menduga ada hantu yang menculik teman mereka. Mereka kemudian mencari tahu dan ternyata sosok yang mereka curigai bukanlah hantu, melainkan seorang nenek baik yang justru menolong mereka,” ujarnya.

Drama ini dimainkan oleh para relawan bersama 18 anak didik dari Sungai Jawi Luar yang selama enam bulan terakhir mengikuti program belajar mengajar Aku Belajar.

Afifa menuturkan bahwa pertunjukan itu menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan.

Ia mengatakan, proses menuju pementasan dimulai sejak perekrutan relawan angkatan ke-13 pada November 2025. Dari 16 relawan yang awalnya bergabung, kini tersisa delapan relawan aktif yang mendampingi anak-anak hingga pementasan berlangsung.

Di balik penampilan anak-anak binaan Aku Belajar dalam Charity Day 2026, terdapat perjuangan panjang para relawan yang terus berupaya menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Afifa mengatakan bahwa selama menjalankan program pendidikan, komunitas tersebut menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan pendanaan karena hingga saat ini mereka belum memiliki donatur tetap.

“Aku Belajar tidak memiliki donatur tetap, sehingga kami terus menggalang donasi untuk menjalankan program,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh dana yang terkumpul dari Charity Day 2026 akan digunakan kembali untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak, mulai dari penyediaan buku, alat tulis, hingga berbagai kebutuhan pendidikan lainnya.

Bagi Afifa, kesempatan tampil di hadapan masyarakat bukan sekadar hiburan bagi anak-anak binaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk meraih cita-cita.

Menurutnya, sebagian besar anak-anak yang tampil bahkan baru pertama kali mengunjungi Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Beberapa di antaranya juga belum pernah berjalan-jalan di kawasan Jalan Ahmad Yani, salah satu pusat aktivitas di Kota Pontianak.

“Ini pertama kalinya sebagian dari mereka datang ke Pendopo Gubernur dan bahkan ada yang baru pertama kali berjalan-jalan ke Jalan Ahmad Yani. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih mimpi,” kata Afifa.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat, memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan Aku Belajar.

Menurutnya, program pendidikan berbasis kerelawanan seperti yang dijalankan Aku Belajar menjadi pelengkap penting bagi pendidikan formal yang diterima anak-anak di sekolah.

“Ini inisiasi yang sangat baik. Anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan formal masih memperoleh tambahan keberanian, keterampilan, dan ruang untuk berkarya melalui program seperti ini,” ujarnya.

Syarif menilai keberadaan relawan pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Selain memberikan ruang belajar, kegiatan tersebut mendorong anak-anak untuk lebih aktif berinteraksi, bermain, dan mengembangkan kemampuan sosial mereka.

“Anak-anak jadi memiliki waktu untuk bermain, berinteraksi, dan belajar sesuai usianya. Ini sangat penting untuk pembentukan karakter mereka,” katanya.

Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung program-program pendidikan berbasis kerelawanan sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Penulis: Meriyanti

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play