SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Jerawat Saat Haid Sering Muncul? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat Saat Haid Sering Muncul? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sering dianggap normal, jerawat hormonal tetap dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. (Freepik.com/Freepik)

Suara Kalbar – Jerawat yang muncul menjelang atau saat menstruasi menjadi masalah kulit yang umum dialami banyak perempuan. Perubahan hormon selama siklus haid membuat kulit lebih berminyak sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu jerawat.

Meski sering dianggap normal, jerawat hormonal tetap dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan kulit dan pola hidup yang tepat.

Jerawat menjelang haid atau ketika menstruasi berlangsung biasanya muncul di area dagu, rahang, pipi, atau sekitar mulut. Bentuknya bisa berupa komedo, jerawat kecil meradang, hingga jerawat kistik yang terasa nyeri. Pada sebagian orang, jerawat hormonal juga muncul berulang pada waktu yang hampir sama setiap bulan seiring perubahan siklus menstruasi.

Mengapa Jerawat Sering Muncul Saat Haid?

Jerawat saat haid umumnya dipicu oleh fluktuasi hormon selama siklus menstruasi. Melansir Cleveland Clinic, dokter spesialis kulit, dr Trapano, mengatakan perubahan hormon dapat meningkatkan produksi sebum atau minyak alami pada kulit. Produksi minyak berlebih inilah yang memicu munculnya jerawat.

Menjelang menstruasi, kadar hormon estrogen cenderung menurun sementara progesteron meningkat. Hormon progesteron diketahui dapat merangsang produksi minyak pada kulit sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

Selain itu, hormon androgen seperti testosteron juga berperan dalam munculnya jerawat hormonal. Meski dikenal sebagai hormon pria, testosteron juga diproduksi oleh tubuh perempuan dalam jumlah kecil. Ketika kulit lebih sensitif terhadap hormon ini, risiko jerawat dapat meningkat di berbagai fase siklus menstruasi.

Jerawat hormonal juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti stres, kurang tidur, penggunaan produk skincare yang menyumbat pori, hingga kondisi medis seperti polycystic ovary syndrome (PCOS).

Cara Mengatasi Jerawat Saat Haid

Berikut beberapa cara yang dapat membantu mengurangi jerawat hormonal selama menstruasi:

1. Gunakan Kompres Hangat atau Dingin

Kompres hangat membantu mengurangi tekanan pada jerawat dengan mempercepat keluarnya nanah. Sementara itu, kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan, kemerahan, dan rasa nyeri pada kulit.

2. Pakai Produk dengan Benzoil Peroksida

Benzoil peroksida dikenal efektif membunuh bakteri penyebab jerawat sekaligus mengurangi minyak berlebih pada kulit. Bagi orang dengan kulit sensitif, disarankan menggunakan produk dengan konsentrasi rendah agar tidak memicu iritasi atau kulit kering berlebihan.

3. Pilih Skincare Mengandung Asam Salisilat

Asam salisilat merupakan bahan aktif yang membantu membersihkan pori-pori dan mengangkat sel kulit mati penyebab jerawat.

Bahan ini juga efektif mengurangi komedo dan mencegah munculnya jerawat baru.

4. Gunakan Produk dengan Centella Asiatica

Centella asiatica atau cica dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri yang baik untuk kulit berjerawat. Kandungan ini juga membantu mempercepat penyembuhan luka jerawat sekaligus menjaga kelembapan kulit.

5. Hindari Memencet Jerawat

Memencet jerawat dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas luka pada kulit. Sebaiknya biarkan jerawat sembuh secara alami dengan perawatan yang tepat.

6. Jaga Pola Hidup Sehat

Kurang tidur, stres, serta konsumsi makanan tinggi gula dan produk olahan susu dapat memperburuk jerawat hormonal. Karena itu, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup juga penting untuk kesehatan kulit.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika jerawat muncul dalam jumlah banyak, terasa nyeri, atau tidak membaik meski sudah menggunakan produk perawatan kulit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.

Dokter dapat memberikan penanganan lebih lanjut seperti terapi hormonal, obat resep, atau pemeriksaan kondisi medis tertentu yang memicu jerawat hormonal.

Jerawat saat haid memang umum terjadi, tetapi bukan berarti harus dibiarkan begitu saja. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, kondisi kulit dapat lebih terkontrol selama siklus menstruasi berlangsung.

Sumber: PLN UID Kalbar

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play