Joan Mir Pastikan Tinggalkan Honda pada Akhir MotoGP 2026
Suara Kalbar – Pembalap Joan Mir memastikan akan meninggalkan tim pabrikan Honda pada akhir musim MotoGP 2026. Kepastian itu disampaikan Joan Mir saat akhir pekan MotoGP Catalunya yang berlangsung pada 15-17 Mei 2026.
Keputusan hengkang tersebut sebenarnya telah dibuat lebih awal. Mir mengungkapkan dirinya sudah memutuskan berpisah dengan Honda sejak seri Jerez pada April lalu.
“Di Jerez saya memutuskan bahwa saya ingin pindah dari sini (Honda) dan segera Anda akan tahu ke mana saya akan pergi,” kata Joan Mir dilansir dari Crash, Senin (25//5/2026).
Pembalap juara dunia MotoGP 2020 bersama Suzuki itu menegaskan, keputusan meninggalkan Honda sepenuhnya berasal dari dirinya sendiri. Ia merasa telah memahami kemampuan terbaiknya bersama motor yang saat ini digunakan.
“Tentu saja saya tahu kemampuan saya dalam hal berkendara dan saya tahu apa yang bisa saya lakukan dengan motor ini,” ujarnya.
Meski belum ada pengumuman resmi terkait tim barunya, kabar kepergian Mir sebenarnya telah beredar sejak awal musim. Sejumlah laporan menyebut Fabio Quartararo telah memiliki kontrak dengan Honda Racing Corporation (HRC) untuk musim 2027 dan diproyeksikan berduet dengan David Alonso.
Pada MotoGP Catalunya, Mir sempat meraih podium yang menjadi harapan besar bagi Honda. Namun, hasil tersebut dianulir seusai balapan akibat penalti tekanan ban.
Tambahan hukuman 16 detik membuat Mir turun ke posisi ke-13. Situasi itu sekaligus mengangkat Francesco Bagnaia ke posisi podium.
Bagi Francesco Bagnaia, hasil tersebut menjadi podium pertamanya pada balapan hari Minggu musim ini bersama Ducati Lenovo Team saat Marc Marquez absen karena cedera.
Hasil penalti tersebut juga membuat Honda kembali gagal meraih podium perdana pada MotoGP 2026. Podium terakhir pabrikan Jepang itu terjadi di Sepang musim lalu ketika Mir finis ketiga di belakang Alex Marquez dan Pedro Acosta.
“Pada akhirnya, sekarang kita harus menikmati podium ini dan hasil musim ini tidak penting, keputusan pada akhirnya telah diambil dan itu saja,” tutur Joan Mir.
Sumber: PLN UID Kalbar





