Dua Remaja Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Oknum terduga mantan Ketua organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang Pontianak berinisial W, ia diduga menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap dua remaja berinisial AN (16) dan SH (15).
Kasus pelecehan ini telah resmi dilaporkan di pihak keluarga ke Polda Kalbar dengan Nomor Surat : STPP/35N/DITRES PPA DAN PPO Polda Kalimantan Barat pada 13 Mei 2026 lalu.
Melalui kuasa hukim korban, Supriadi mengatakan bahwa pihaknya meminta agar kasus ini dapat ditangani secara maksimal Polda Kalbar.
”Mental moral dan anak ini sudah terganggu, tentu kami meminta agar penanganan kasus ini secara serius,” kata Supriadi pada Selasa (19/05/2026).
Ia kemudian mengatakan bahwa, pelaku adalah sosok yang sudah dianggap sebagai Ayah di organisasi tersebut, maka perbuatan ini sudah menyimpang.
”Atas perbuatan pelaku yang sudah seperti seorang presator anak ini maka aparat harus cepat bertindak agar kejadian serupa tak terjadi lagi dikemudian hari,” ungkapnya.
Sementara itu, korban berinisial SH kemudian menceritakan kejadian tersebut bermula pada awal bulan April 2026 lalu, saat SH yang pada saat itu sedang berada di basecamp diminta untuk membuatkan kopi.
”Pertama itu pas bulan april lalu, saat itu W minta untuk dibuatkan kopi, pas saya membuatkanya W tiba-tiba memeluk dari belakang, lalu dikejadian berikutnya W meremas bagian dada,” ungkapnya
Kemudian SH menceritakan hal tersebut kepada temanya yang juga tergabung dalam organisasi tersebut berinisial AN, Namun ternyata AN juga pernah mengalami hal serupa.
Tiba pada sekitar tanggal 10 April 2026, SH kemudian mengalami hal yang cukup membuat ia trauma, saat itu SH yang sedang bersantai diluar basecamp, mendapat pesan dari terduga pelaku W yang memintanya untuk masuk kedalam.
Lanjut, SH yang saat itu menuju ke toliet melihat W sedang duduk bermain HP, lalu setelah selesai dari toliet ternyata W sudah berada didepan pintu toilet.
”Pas itu kan saya pergi ke toilet, pas didalam toilet itu saya melihat gagang pintu bergerak dan saya sudah mengira dia akan menghampiri, dan ternyata benar dia sudah ada di depan pintu, padahal pada saat itu ada isterinya juga didalam rumah,” ujarnya.
Pada saat itu, lanjut SH, ia langsung di peluk dan saat akan berupaya kabur W menghadang dan melakukan perbuatan tak senonoh.
”Saya dipeluk, dicium, bahkan dada saya dihisapnya, pada saat itu saya takut bahkan saya seperti tak bisa berteriak, setelah itu saya langsung keluar dan lari menghampiri teman saya,” tambahya.
Ditempat yang sama, AN yang juga menjadi korban menceritakan bahwa ia sempat dua kali dilecehkan sama seperti SH.
”Kalau saya awalnya itu dipeluk, dan kejadian kedua, dada saya diremas sama W ini,” pungkasnya.
Penulis : Iqbal Meizar





