Google Resmi Luncurkan Fitbit Air, Fitness Tracker Tanpa Layar Penantang Whoop
Suara Kalbar – Google Fitbit resmi memperkenalkan Fitbit Air sebagai perangkat wearable terbaru dengan desain tanpa layar yang langsung menantang dominasi Whoop di pasar fitness tracker premium.
Peluncuran Fitbit Air menjadi langkah penting bagi Google setelah hampir tiga tahun tidak menghadirkan perangkat keras besar sejak mengakuisisi Fitbit.
Dengan harga mulai US$ 99,99 atau sekitar Rp 1,74 juta, Fitbit Air hadir sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibanding Whoop yang menggunakan sistem langganan tahunan.
Google juga membawa pendekatan berbeda melalui desain minimalis, fitur kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pengalaman pemantauan kesehatan tanpa gangguan notifikasi.
Hadir dengan Desain Minimalis Tanpa Layar
Fitbit Air menjadi perangkat Fitbit pertama yang mengusung konsep screenless atau tanpa layar. Desain tersebut dibuat untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih ringan, sederhana, dan nyaman dipakai sepanjang hari, termasuk saat tidur.
Google menyebut Fitbit Air sebagai tracker terkecil yang pernah diproduksi Fitbit. Ukurannya sekitar 25% lebih kecil dibanding Fitbit Luxe dengan ketebalan hanya 8,3 mm. Bobot modul utamanya juga sangat ringan, yakni sekitar 5,2 gram atau sekitar 12 gram jika digabung bersama strap.
Alih-alih menggunakan layar AMOLED atau tombol fisik, Fitbit Air mengandalkan modul kecil menyerupai pebble yang dapat dipasang pada berbagai jenis strap. Konsep tersebut membuat Fitbit Air lebih difokuskan sebagai alat pemantau kesehatan pasif dibanding pengganti smartwatch.
Pendekatan minimalis ini juga menjadi jawaban Google terhadap banyak pengguna wearable modern yang menganggap perangkat saat ini terlalu besar, rumit, atau kurang nyaman digunakan saat tidur. Oleh karena itu, Fitbit Air dirancang agar hampir tidak terasa saat digunakan di pergelangan tangan.
Fitur Kesehatan Fitbit Air Siap Bersaing dengan Whoop
Meski tampil sederhana, Fitbit Air membawa fitur kesehatan yang cukup lengkap untuk bersaing langsung dengan Whoop. Perangkat ini mendukung pemantauan detak jantung selama 24 jam, pemantauan ritme jantung, notifikasi tanda kelainan irama jantung atau atrial fibrillation (AFib),
HRV atau heart rate variability, kadar oksigen darah (SpO2), suhu tubuh, hingga laju pernapasan. Fitbit Air juga mampu melacak tahapan tidur, durasi tidur, serta menghadirkan sleep score untuk menilai kualitas istirahat pengguna.
Google mengeklaim sistem pelacakan tidur terbaru berbasis platform AI Gemini mampu meningkatkan akurasi hingga 15% dalam mendeteksi gangguan tidur maupun perpindahan fase tidur.
Salah satu fitur pembeda dibanding Whoop ialah smart wake alarm. Fitur ini menggunakan getaran halus untuk membangunkan pengguna pada waktu paling optimal dalam siklus tidur.
Selain itu, Fitbit Air mampu mendeteksi aktivitas olahraga secara otomatis. Pengguna juga dapat memulai latihan langsung melalui aplikasi Google Health atau mengikuti rekomendasi latihan dari AI Health Coach.
Google turut menyertakan metrik kebugaran. seperti daily readiness score dan cardio load untuk membantu menentukan kapan tubuh siap menjalani latihan intensif atau membutuhkan pemulihan.
Google Health dan Gemini AI Jadi Andalan Fitbit Air
Peluncuran Fitbit Air juga dibarengi perubahan besar dalam ekosistem Fitbit. Google resmi mengubah aplikasi Fitbit menjadi Google Health dengan fitur utama berupa health coach berbasis Gemini AI. Sistem AI tersebut dirancang untuk mengubah data kesehatan menjadi rekomendasi personal yang lebih mudah dipahami pengguna.
Health coach mampu membuat rencana latihan adaptif, memberikan saran pemulihan tubuh, menganalisis pola tidur, hingga menyesuaikan rekomendasi berdasarkan performa pengguna secara real time.
Google Health juga dapat menggabungkan data dari Fitbit Air, Google Pixel Watch, aplikasi lain, hingga rekam medis pengguna di Amerika Serikat. Semakin banyak data yang terhubung, semakin personal pula rekomendasi kesehatan yang diberikan sistem AI tersebut.
Meski begitu, fitur AI coach hanya tersedia melalui layanan Google Health Premium. Pengguna Fitbit Air tetap dapat menikmati fitur dasar, seperti pelacakan aktivitas, tidur, HRV, dan detak jantung tanpa biaya tambahan.
Google memberikan uji coba Google Health Premium selama tiga bulan untuk setiap pembelian Fitbit Air. Setelah masa trial berakhir, layanan premium tersebut diperkirakan dibanderol sekitar US$ 10 per bulan atau sekitar Rp 173.000, serta US$ 100 per tahun atau sekitar Rp 1,73 juta.
Daya Tahan Baterai dan Strap Modular Jadi Nilai Tambah
Fitbit Air dibekali baterai yang diklaim mampu bertahan hingga tujuh hari dalam sekali pengisian daya. Pengisian dayanya juga tergolong cepat. Google menyebut lima menit charging sudah cukup untuk penggunaan satu hari penuh.
Sementara pengisian baterai dari 0 hingga 100% membutuhkan waktu sekitar 90 menit menggunakan charger magnetik. Perangkat ini juga telah memiliki sertifikasi tahan air 5 ATM sehingga aman digunakan untuk aktivitas harian maupun olahraga.
Dari sisi desain, Fitbit Air menawarkan sistem strap modular yang mudah dilepas dan dipasang. Pengguna dapat mengganti tampilan perangkat hanya dengan memindahkan modul utama ke strap lain.
Google menyediakan beberapa pilihan strap, seperti performance loop berbahan daur ulang, active band berbahan silikon tahan keringat, serta elevated modern band dengan desain premium menyerupai gelang fashion.
Pilihan warna Fitbit Air mencakup obsidian, fog, lavender, dan berry. Selain itu, tersedia pula edisi khusus hasil kolaborasi dengan Stephen Curry menggunakan kombinasi warna rye brown dan aksen oranye.
Harga Fitbit Air Lebih Murah Dibanding Whoop
Salah satu daya tarik terbesar Fitbit Air terletak pada harga yang jauh lebih kompetitif dibanding Whoop. Fitbit Air dijual mulai US$ 99,99 atau sekitar Rp 1,74 juta dan sudah tersedia untuk pre-order.
Sementara edisi khusus Stephen Curry dibanderol US$ 129,99 atau sekitar Rp 2,25 juta. Google juga menjual aksesori strap tambahan mulai US$ 34,99 atau sekitar Rp 607.000.
Sebagai perbandingan, Whoop mengharuskan pengguna berlangganan dengan biaya tahunan sekitar US$ 199 hingga US$ 359 atau setara Rp 3,45 juta sampai Rp 6,23 juta per tahun.
Fitbit Air justru tetap dapat digunakan tanpa langganan sehingga menjadi pilihan lebih ekonomis bagi pengguna yang menginginkan fitness tracker tanpa layar. Perangkat ini kompatibel dengan Android maupun iOS dan dijadwalkan mulai tersedia secara resmi pada 26 Mei 2026.
Peluncuran Fitbit Air memperlihatkan arah baru Google dalam mengembangkan lini wearable Fitbit. Alih-alih bersaing langsung dengan smartwatch premium, Google memilih menghadirkan perangkat ringan yang fokus pada kesehatan, pemulihan tubuh, serta kenyamanan penggunaan jangka panjang.





