SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Diet Mediterania Hijau, Rahasia Baru Jaga Kesehatan Otak dan Jantung

Diet Mediterania Hijau, Rahasia Baru Jaga Kesehatan Otak dan Jantung

Ilustrasi diet Mediterania hijau. (Freepik.com/Freepik)

Suara Kalbar –Selama bertahun-tahun, diet Mediterania telah terkenal sebagai salah satu pola makan paling sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan mendukung umur panjang. Kini, para peneliti memperkenalkan versi yang dinilai lebih optimal, yakni diet Mediterania hijau, sebuah inovasi nutrisi yang difokuskan untuk meningkatkan asupan senyawa nabati demi menjaga kesehatan tubuh, terutama fungsi otak.

Berbeda dari diet Mediterania klasik, pola makan ini menekankan pengurangan drastis, bahkan penghapusan, konsumsi daging merah dan makanan olahan. Sebagai gantinya, diet Mediterania hijau mendorong konsumsi protein nabati dan makanan kaya polifenol, yaitu senyawa antioksidan alami dari tumbuhan yang berperan penting melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan peradangan kronis. Dihimpun dari Everydayhealth dan Eatingwell, Jumat (1/5/2026) berikut paparan tentang diet Mediterania hijau.

Apa Itu Diet Mediterania Hijau

Diet Mediterania hijau mengadopsi prinsip dasar diet Mediterania tradisional, seperti konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Namun, pola makan ini menambahkan fokus lebih besar pada sumber polifenol untuk memaksimalkan manfaat kesehatan. Ada tiga komponen utama yang menjadi ciri khas diet ini, yaitu:

ADVERTISEMENT

  • Mengonsumsi 28 gram kacang kenari setiap hari.
  • Meminum 3 hingga 4 cangkir teh hijau tanpa gula setiap hari.
  • Mengonsumsi Mankai, tanaman air kaya protein dan nutrisi yang umumnya diolah menjadi minuman hijau sebagai pengganti protein hewani.

Bermanfaat untuk Kesehatan Otak

Salah satu manfaat utama diet Mediterania Hijau adalah kemampuannya membantu memperlambat proses penuaan otak. Penelitian menunjukkan pola makan ini berpotensi mencegah atrofi otak, yakni penyusutan volume otak yang umumnya terjadi seiring bertambahnya usia.

Asupan polifenol yang tinggi membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan dan menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti demensia dan alzheimer. Selain itu, pola makan ini juga mendukung kesehatan pembuluh darah di otak, sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan otak tetap optimal.

Cara Menerapkannya

Bagi yang ingin mulai mencoba diet Mediterania hijau, langkah pertama adalah mengurangi konsumsi daging merah secara bertahap dan menggantinya dengan sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, atau sayuran hijau.

Teh hijau tanpa gula dapat dijadikan minuman harian, sementara kacang kenari bisa menjadi camilan sehat yang kaya lemak tak jenuh. Jika tanaman Mankai sulit ditemukan, alternatif seperti bayam, kale, atau spirulina dapat menjadi pengganti yang tetap kaya nutrisi. Selain itu, penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama juga dianjurkan karena membantu penyerapan polifenol secara optimal dalam tubuh.

Dengan kombinasi bahan alami yang kaya antioksidan, diet Mediterania hijau dinilai menjadi salah satu pola makan modern yang menjanjikan untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, sekaligus mendukung kualitas hidup jangka panjang.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play