LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik Kepada Mendes PDTT, Termasuk di Kalbar
Jakarta – DPP LDII mengusulkan delapan desa binaan tematik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, diantaranya Desa Batu Nanta di Kabupaten Melawi Kalbar.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, dalam pertemuan dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, Senin (27/4/2026), bertempat di kantor Kemendes PDTT, Jakarta.
Dijelaskan usulan tersebut merupakan jawaban dari permintaan yang dilontarkan Mendes PDTT, Yandri Susanto, saat menghadiri silaturrahim Syawal yang digelar DPW LDII Banten pekan lalu.
“Saat di Banten Pak Menteri minta pada LDII menyiapkan usulan desa binaan tematik. Maka pada kesempatan ini LDII mengusulkan ada delapan desa binaan tematik,” ujar Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya.
Dody menyebutkan LDII kini telah mengantongi daftar delapan desa yang siap dikembangkan secara spesifik. Ia merinci bahwa desa tersebut berada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi.
Ia memastikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi secara intensif dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta kepala desa setempat, untuk memetakan potensi dan penggerak di tiap wilayah.
Ia menegaskan, saat amanah diberikan untuk membina satu atau dua desa binaan tematik, LDII langsung bergerak cepat melakukan implementasi di lapangan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan DPD dan kepala desa masing-masing untuk memetakan potensi dan penggerak di tiap wilayah tersebut,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, Yandri Susanto mengapresiasi usulan LDII. Ia menganggap LDII merupakan mitra strategis yang memiliki komitmen tinggi dalam berbagai aspek, mulai dari ketahanan pangan hingga bela negara.
Ia pun menginstruksikan agar segera disusun peta jalan bersama untuk mengelola desa binaan tersebut.
“Saya sudah sampaikan kepada Pak Ketum supaya LDII membuat peta jalan desa binaan itu yang akan dikelola langsung oleh Kemendes bersama LDII,” ungkapnya.
Mendes PDTT mengungkapkan langkah ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati tahun lalu guna menciptakan kemandirian desa secara nyata. Ia menegaskan LDII merupakan mitra yang telah membuktikan komitmennya melalui berbagai aksi di lapangan, termasuk pengembangan komoditas sorgum.
“Inti pokoknya kami sudah melihat komitmen tinggi dari LDII dari berbagai aspek, apakah itu ketahanan pangan, bela negara, kemudian SDM dan sebagainya itu saya menyaksikan langsung,” ujar Yandri.
Selain pengembangan potensi ekonomi, pertemuan tersebut menyoroti masalah serius terkait akses informasi. Yandri memaparkan masih banyak wilayah yang belum tersentuh teknologi komunikasi.
Ia menyebutkan terdapat sekitar 3.000 desa di Indonesia yang berstatus blank spot atau sama sekali tidak memiliki sinyal telekomunikasi. Hal tersebut menjadi tantangan untuk menjadikan desa lebih maju dan sejahtera.
Secara terpisah, Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, mengaku senang Desa Batu Nanta yang ada di Melawi ikut diusulkan DPP dari delapan desa binaan tematik.
“Warga LDII di Batu Nanta sudah menjadi pionir bidang pertanian. Lahan gambut yang awalnya kurang produktif berkat ketekunan dan sentuhan teknologi menjadi lahan tersebut bisa produktif,” ujarnya.
Bahkan yang dibudidayakan bukan hanya hortikultura melainkan sudah meningkat budidaya padi.
“Awalnya membuat demplot Padi di lahan gambut, Alhamdulillah hasilnya maksimal, maka saat ini kami terus mendorong untuk diperluas. Terlebih dukungan pemerintah setempat juga cukup besar,” imbuh Susanto.
Penulis: KIM LDII
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





