SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif 8 Ciri-Ciri Aki Mobil Tekor yang Wajib Diketahui, Jangan Tunggu Mogok

8 Ciri-Ciri Aki Mobil Tekor yang Wajib Diketahui, Jangan Tunggu Mogok

Ilustrasi aki mobil. (Magnific/Istimewa)

Suara Kalbar – Aki merupakan salah satu komponen paling vital pada kendaraan karena berfungsi menyuplai listrik ke seluruh sistem kelistrikan mobil, mulai dari starter mesin, lampu, AC, sistem audio, power window, hingga berbagai fitur elektronik lainnya.

Ketika aki mulai tekor atau melemah, performa kendaraan akan ikut menurun. Bahkan, jika dibiarkan, mobil bisa sulit dihidupkan hingga mogok secara tiba-tiba.

Aki mobil tekor adalah kondisi ketika daya listrik yang tersimpan di dalam aki menurun sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan kelistrikan kendaraan secara optimal.

Kondisi ini berbeda dengan aki soak. Pada aki yang tekor, sel aki umumnya masih berfungsi sehingga masih dapat diisi ulang (recharge). Sementara aki soak menandakan sel-sel aki telah mengalami kerusakan permanen sehingga harus diganti dengan unit baru.

Oleh karena itu, mengenali gejala aki tekor sejak dini sangat penting agar kerusakan tidak semakin parah dan biaya perbaikan dapat ditekan.

1. Mesin Sulit Dinyalakan

Gejala yang paling sering muncul adalah mesin sulit hidup saat kunci diputar atau tombol start ditekan.

Starter biasanya terasa lambat, bahkan terkadang mesin tidak mau menyala sama sekali.

Hal ini terjadi karena aki tidak lagi mampu menyuplai arus listrik yang cukup untuk menggerakkan motor starter.

2. Putaran Starter Terasa Lemah

Selain sulit dihidupkan, suara starter juga terdengar lebih pelan atau berputar lebih lambat dibandingkan biasanya.

Kondisi tersebut menunjukkan daya listrik yang dikirim menuju sistem starter sudah mulai menurun.

Jika tidak segera ditangani, kemampuan aki akan terus melemah hingga akhirnya benar-benar habis.

3. Sistem Kelistrikan Mulai Bermasalah

Aki yang mulai melemah juga memengaruhi berbagai perangkat kelistrikan mobil.

Beberapa gejalanya antara lain lampu depan dan lampu kabin tampak redup, klakson terdengar lemah, sistem audio kurang bertenaga, AC bekerja tidak maksimal, hingga power window bergerak lebih lambat.

Pada kondisi yang lebih parah, beberapa fitur elektronik bahkan dapat berhenti berfungsi karena pasokan listrik tidak mencukupi.

4. Tegangan Aki Berada di Bawah Standar

Kondisi aki dapat diperiksa menggunakan voltmeter.

Saat mesin mati, tegangan aki normal berada di kisaran 12,5 volt. Ketika mesin hidup, tegangannya umumnya meningkat menjadi sekitar 13–14 volt karena alternator mengisi ulang aki.

Jika hasil pengukuran menunjukkan tegangan jauh di bawah angka tersebut, terutama kurang dari 9 volt, mobil biasanya sudah sulit atau bahkan tidak bisa dihidupkan.

5. Sering Membutuhkan Jump Start

Mobil yang berulang kali harus dihidupkan menggunakan kabel jumper atau bantuan aki kendaraan lain menjadi salah satu tanda kuat bahwa aki sudah kehilangan kemampuan menyimpan energi.

Jump start memang dapat menjadi solusi sementara, tetapi tidak mengatasi penyebab utama masalah pada aki.

6. Lampu Indikator Aki Menyala

Sebagian besar mobil modern telah dilengkapi lampu indikator aki pada panel instrumen.

Jika indikator tersebut menyala, berarti terdapat gangguan pada sistem kelistrikan, baik berasal dari aki maupun sistem pengisian seperti alternator.

Meski mobil terkadang masih bisa digunakan, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksa agar kerusakan tidak semakin parah.

7. Muncul Korosi atau Bau Menyengat

Pemeriksaan fisik juga perlu dilakukan secara berkala.

Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain muncul kerak putih atau kehijauan pada terminal aki akibat korosi, terminal yang tampak kotor, hingga bau menyengat menyerupai telur busuk akibat kebocoran gas atau cairan asam sulfat.

Korosi dapat menghambat aliran listrik sekaligus mempercepat penurunan performa aki.

8. Usia Aki Sudah Melewati Masa Pakai

Secara umum, aki mobil memiliki usia pakai sekitar 3 hingga 5 tahun, tergantung jenis aki, pola penggunaan kendaraan, kondisi cuaca, dan perawatannya.

Jika usia aki sudah mendekati batas tersebut dan mulai menunjukkan berbagai gejala di atas, kemungkinan besar aki memang telah memasuki akhir masa pakainya.

Perbedaan Aki Tekor dan Aki Soak

Meski sering dianggap sama, aki tekor dan aki soak merupakan dua kondisi yang berbeda.

Aki tekor terjadi ketika daya listrik berkurang sehingga tegangan turun di bawah batas normal, tetapi sel aki masih berfungsi sehingga masih dapat diisi ulang.

Sementara itu, aki soak terjadi ketika sel-sel aki mengalami kerusakan permanen sehingga tidak lagi mampu menyimpan maupun menghasilkan energi listrik.

Dalam kondisi tersebut, pengisian ulang umumnya tidak akan membantu dan solusi terbaik adalah mengganti aki dengan yang baru.

Penyebab Aki Mobil Cepat Tekor

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan aki kehilangan daya lebih cepat, di antaranya:

  • Mobil jarang digunakan sehingga aki tidak mendapat pengisian dari alternator.
  • Perangkat elektronik digunakan saat mesin mati.
  • Volume cairan aki berkurang, khususnya pada aki basah.
  • Terminal aki berkarat atau mengalami korosi.
  • Alternator atau regulator pengisian mengalami kerusakan.
  • Suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Usia aki yang memang sudah melewati masa pakainya.

Cara Mengatasi Aki Mobil Tekor

Penanganan aki tekor bergantung pada penyebabnya.

Jika hanya kehilangan daya, aki masih dapat diisi ulang menggunakan charger aki atau melalui sistem pengisian kendaraan apabila alternator masih bekerja dengan baik.

Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan untuk:

  • Membersihkan terminal aki dari kerak dan korosi.
  • Memastikan cairan aki selalu berada pada batas yang dianjurkan (khusus aki basah).
  • Menggunakan mobil secara rutin agar aki tetap terisi.
  • Memeriksa sistem pengisian apabila aki sering tekor dalam waktu singkat.
  • Mengganti aki apabila usia pakainya telah habis atau hasil pemeriksaan menunjukkan sel aki sudah rusak.

Melakukan pemeriksaan aki secara berkala merupakan langkah terbaik untuk mencegah mobil mogok secara tiba-tiba.

Dengan memahami gejala, penyebab, serta perbedaan antara aki tekor dan aki soak, pemilik kendaraan dapat menentukan penanganan yang tepat sekaligus menjaga sistem kelistrikan mobil tetap bekerja secara optimal.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play