Karhutla di Hutan Produksi Selakau Timur, Pemadaman Terkendala Air
Sambas (Suara Kalbar) – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sambas. Api kembali melahap area di Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur. Tim Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Dandru Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Ersan, mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan awal, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
Ia menjelaskan, pada hari pertama penanganan, petugas berhasil mengendalikan api di area kurang lebih satu hektare. Vegetasi yang terbakar terdiri dari pakis, semak belukar, kelapa, nanas, serta tanaman kelapa sawit yang berada di atas lahan gambut dengan status kawasan Hutan Produksi (HP). Lahan tersebut diketahui milik masyarakat dengan karakteristik kebakaran bawah atau ground fire.
“Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas area terbakar sekitar dua hektare dan pada hari pertama kami berhasil memadamkan kurang lebih satu hektare. Kondisi lahan merupakan gambut sehingga api merambat di bawah permukaan,” ujar Ersan, Rabu (4/3/2026).
Ia meyebut, meski sebagian area telah berhasil dipadamkan, api masih terpantau di beberapa titik, khususnya di lokasi yang sulit diakses. Proses pemadaman pun terkendala minimnya ketersediaan air. Sumber air terdekat hanya berupa parit selebar sekitar satu meter dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter, serta debit air yang terbatas sehingga belum mampu menunjang operasi secara maksimal.
“Kendala utama di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Parit yang ada debitnya kecil, sehingga belum cukup untuk mendukung pemadaman skala besar,” jelasnya.
Ersan menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Ground Check (GC) yang dilakukan pada Senin, (2/3/2026). Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti briefing untuk menyusun strategi serta menentukan prioritas penanganan. Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan empat unit mesin pompa guna menekan penyebaran api dan mengurangi ketebalan asap.
Namun setelah dilakukan evaluasi, operasi pemadaman belum dapat dilanjutkan secara optimal akibat keterbatasan sumber air. Petugas akhirnya menarik peralatan dan kembali ke Markas Daops untuk menyusun laporan serta melakukan evaluasi lanjutan.
“Untuk sementara kami melakukan penarikan personel dan peralatan karena sumber air tidak mencukupi. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah lanjutan,” tegas Ersan.
Upaya pemadaman ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Koramil Selakau, Polsek Selakau, KPH Sambas, BPBD Sambas, Damkar PT Tanjung Ru, aparat kecamatan dan desa, serta dukungan masyarakat setempat.
“Kami bersama instansi terkait memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar pengendalian kebakaran di wilayah tersebut dapat berjalan secara maksimal,” pungkasnya.
Penulis: Serawati





