Rakerda VI MABM Mempawah, Ali Bakar Tekankan Adat Melayu Harus Jadi Fondasi Pembangunan Daerah
Mempawah (Suara Kalbar) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Mempawah menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran adat sebagai bagian dari pembangunan daerah melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) VI Tahun 2026 yang digelar di Rumah Budaya Melayu Mempawah, Jumat (24/7/2026).
Ketua DPD MABM Mempawah, HM Ali Bakar, menegaskan bahwa MABM memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga jati diri masyarakat Melayu sekaligus perekat persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, keberadaan MABM tidak hanya berfungsi melestarikan tradisi, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda, melalui penanaman nilai-nilai kesantunan, etika, dan semangat kerja yang menjadi ciri khas budaya Melayu.
“Adat dan budaya tidak boleh hanya menjadi simbol. Nilai-nilai luhur Melayu harus menjadi bagian dari fondasi pembangunan manusia agar mampu melahirkan masyarakat yang berkarakter, berintegritas, dan tetap menjunjung tinggi keharmonisan sosial,” ujar Ali Bakar saat membuka Rakerda.
Ia menambahkan, di tengah perubahan zaman, MABM dituntut lebih adaptif tanpa meninggalkan akar budaya. Organisasi adat harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai dinamika sosial sekaligus menjaga identitas daerah.
HM Ali Bakar selanjutnya mengapresiasi berbagai kegiatan bakti sosial yang selama ini telah dilaksanakan MABM Kabupaten Mempawah.
Mulai dari penyaluran bantuan sembako ke masyarakat yang membutuhkan, hingga baksos sunatan massal dan lain sebagainya.
Rakerda VI MABM Tahun 2026 mengusung tema “Penguatan Peran Majelis Adat Melayu dalam Pelestarian Adat dan Budaya untuk Meningkatkan Kontribusi Pembangunan Kabupaten Mempawah.”
Tema tersebut diharapkan menjadi landasan lahirnya program-program yang mampu menyelaraskan pelestarian budaya dengan arah pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Erfiza, menjelaskan bahwa Rakerda diikuti seluruh jajaran pengurus DPD MABM Kabupaten Mempawah sebagai forum tertinggi organisasi untuk menyusun arah kebijakan serta program kerja ke depan.
Ia menyebutkan, agenda Rakerda mencakup pelaksanaan amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MABM Kalimantan Barat, penyusunan program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, serta penyampaian rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah sebagai bentuk kontribusi organisasi terhadap pembangunan.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya, forum tersebut juga membahas persiapan kontingen MABM Mempawah menghadapi Festival Melayu Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kota Pontianak.
Erfiza berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap agenda secara aktif sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mampu memperkuat eksistensi MABM sebagai lembaga pelestari adat dan budaya Melayu sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Kabupaten Mempawah.
Penulis: Distra
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






